Monday, December 24, 2018

Begini caranya menyelamatkan diri ketika Tsunami

Pengertian Tsunami dan proses terjadinya
Tsunami sendiri terdiri atas dua suku kata yakni “tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang berarti gelombang. Apabila diartikan secara harfiah, maka tsunami berarti ombak besar di pelabuhan. Tsunami pada umumya adalah sebutan bagi perpindahan badan air yang disebabkan oleh permukaan air laut secara vertikal dan terjadi dengan tiba- tiba. Perubahan permukaan air laut (baca: ekosistem air laut) ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Beberapa penyebab berubahnya permukaan air laut:
1.    Gempa yang berpusat di bawah laut
2.    Longsor di bawah laut
3.    Letusan gunung berapi di bawah laut
4.    Meteor yang jatuh ke laut
Tsunami di Aceh yang terjadi tahun 2004 yang telah menewaskan ribuan nyawa sempat menjadi berita utama selama berbulan- bulan lamanya. Sebuah gelombang besar menyapu daratan (baca: ekosistem darat) sebelah utara pulau Sumatera beserta daratan- daratan yang berada di sekitar pulau tersebut seperti tanpa ampun. Tsunami akbar yang terjadi ini kedatangannya didahului dengan gempa bumi dengan kekuatan yang sangat besar. Gempa bumi yang terjadi hingga mencapai angka 9 skala richter. Angka ini ditunjukkan oleh alat pengukur gempa bumi yang disebut dengan seismograf. Dengan kekuatan gempa yang begitu dahsyat maka timbulah gelombang besar yang disebut dengan tsunami.
Kita telah mengetahui pengertian secara umum dari tsunami, sekarang perlu bagi kita untuk mengetahui lebih dalam mengenai fakta- fakta dari gelombang tsunami. Bencana alam tsunami merupakan bencana yang kekuatan utamanya terdapat pada gelombang itu sendiri. perlu diketahui bahwa gelombang tsunami ini mempunyai sifat yang berbahaya. mengapa demikian? Karena gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah, kemudian kekuatan yang dikandung dalam gelombang tsunami ini sifatnya tetap yakni sesuai dengan ketinggian serta kelajuannya. Kondisi di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan hingga 500 – 1000 km per jamnya, kecepatan demikian ini sama dengan kecepatan pesawat terbang. Dengan kecepatan yang seperti itu, gelombang laut dalam yang terbentuk tingginya hanya sekitar 1 meter saja sehingga lajunya gelombang yang halus ini tidak akan dirasakan oleh kapal- kapal orang yang berada di tengah lautan. Namun ketika mendekati pantai atau daratan, kondisi ini berbalik 180 derajat. Laju kecepatan gelombang tsunami akan jauh lebih melemah, yakni sekitar 30 km saja per jam. Namun siapa sangka dengan kecepatan yang melambat justru gelombang yang terbentuk sudah mencapai puluhan meter dan siap menerjang apa saja. bahkan hantaman dari gelombang ini bisa mencapai puluhan kilometer masuk ke bibir pantai (baca: ekosistem pantai) dan menyapu apa saja yang diterjangnya. Proses terjadinya tsunami secara lebih jelas yaitu:
1.    Adanya gerakan vertikal pada lempeng yang berupa patahan
2.    Patahan menyebabkan dasar laut naik yag dinamakan gempa bumi
3.    Keseimbangan air terganggu
4.    Munculnya gelombang tsunami yang bergerak menuju pantai
Tanda-tanda Tsunami datang
1.    Terjadinya getaran yang berasal dari dalam laut dalam kekuatan yang cukup besar
Salah satu tanda yang juga merupakan penyebab terjadinya bencana tsunami adalah adanya getaran dalam kekuatan yang cukup besar, dimana pusatnya ada di dalam bumi (baca: inti bumi). Getaran yang kekuatannya besar ini bisa berbentuk gemba bumi bawah laut, gunung meletus di bawah laut, ataupun longsor yang terjadi di bawah laut. Sebab adanya getaran yang luar biasa inilah yang menjadikan gelombang tsunami terjadi karena adany goncangan yang kuat dan mempengaruhi dasar laut sehingga menumpahkannya ke daratan sebagai gelombang besar tsunami.
2.    Air laut surut mendadak
Setelah terjadi getaran yang besar, selanjutnya kita akan melihat air laut yang tiba- tiba surut. Ini merupakan pertanda yag sangat jelas ketika akan terjadi tsunami. Air permukaan laut terlihat surut karena air laut akan tersedot oleh keadaan di dalam laut itu sendiri akibat getaran yang kuat tadi.
3.    Binatang- binatang berbondong- bondong menjauhi daerah pantai
Tanda yang selanjutnya akan terjadinya bencana tsunami adalah apabila kita melihat banyak binatag berbondong- bondong menjauhi daerah pantai (baca: manfaat pantai), baik itu burung maupun binatang darat lainnya. Hal ini karena sensor binatang lebih kuat daripada manusia maka dari itulah binatang lebih dahulu mengetahui akan terjadinya tsunami, dan mereka mencoba menyelamatkan diri agar tidak terkena gelombang tsunami yang bisa mengancam keselamatan mereka.
Itulah beberapa tanda yang dapat kita rasakan atau kita lihat ketika tsunami akan datang. Apabila kita melihat tanda- tanda tersebut sebaiknya kita langsung melakukan upaya penyelamatan tanpa pikir panjang.
Tindakan penyelamatan yang dapat dilakukan ketika Tsunami
1.    Menjauh dari daerah pantai
Pertama hal paling logis sebagai upaya penyelamatan menjelang terjadinya tsunami adalah segera menjauhi daerah pantai. apabila kita teah sadar akan terjadinya tanda- tanda akan tsunami, maka kita harus segera menjauhi daerah pantai. mengapa? Karena daerah pantai adalah daerah yang paling dekat dengan laut (baca: macam-macam laut) dan menjadi daerah yang pertama kali terkena hempasan gelombang tsunami. Tidak jarang daerah pantai atau sekitarnya menjadi yang porak poranda karena gelombang tsunami tersebut.
2.    Segera menuju ke tempat yang lebih tinggi
Setelah pergi menjauhi pantai, selanjutnya marilah kita mencari tempat yang lebih tinggi (baca: dataran tinggi) seperti perbukitan atau pegunungan apabila ada. Tempat yang tinggi akan melindungi kita dari gelombang tsunamidan juga dari banjir (baca: banjir rob) setelah gelombang tsunami menghantam daratan. di tempat yang lebih tinggi pula kita akan lebih mudah untuk memberikan kode penyelamatan. Tidak dipungkiri bahwasannya tim penyelamat setelah bencana tsunami biasanya dari udara, karena selain lebih mudah memantau daerah yang terlanda, tim udara mempunyai lebih sedikit hambatan daripada tim darat.
Nah itulah dua langkah penyelamatan yang wajib kita lakukan dengen segera setelah menyadari terjadinya tanda- tanda akan terjadi bencana tsunami. Apabila kita menyadari tanda- tanda akan terjadinya tsunami sedari dini, kita akan sempat menyelamatkan barang- barang berharga yang ingin kita bawa. Tentu saja barang berharga yang kecil dan bisa kita bawa untuk menyelamatkan diri. Lebih efektif lagi apabila kita mencari tempat yang lebih aman dengan menggunakan kendaraan, hal ini karena laju kendaraan lebih cepat daripada jika kita berlari. Hal ini membuat kita lebih mudah menjangkau tempat yang jauh dari pantai.


Monday, July 30, 2018

8 Dampak negatif pemberian jangkrik untuk cendet yang dapat menimbulkan berbagai masalah

Cendet adalah burung pemakan serangga yang membutuhkan asupan protein tinggi untuk dietnya. Untuk mencukupi semua kebutuhan burung, para pemilik kerap memberikan jangkrik hidup secara langsung. Pemberian jangkrik bisa meningkatkan kekuatan dari cendet sehingga kerap berkicau dan suaranya jadi kuat.
Selain memberikan kekuatan pada cendet, pemberian jangkrik juga bisa mempercepat pertumbuhan pada cendet remaja. Oleh karena itu, jangkrik selalu dicari karena memiliki nutrisi tinggi dan mudah didapat karena sudah banyak peternak jangkrik yang bermunculan.
Biasanya jangkrik termasuk asupan pakan alami yang bagus untuk burung Cendet. Namun, jika pemberian jangkrik terlalu banyak, maka bisa berdampak buruk pada burung Cendet atau Pentet. Diketahui jangkrik mempunyai kandungan protein yang tinggi. Hal ini membuat burung Cendet rajin berkicau.
Meski begitu, jangan memberikan jangkrik terlalu banyak dan terlalu sering karena bisa berdampak negatif pada kesehatan burung Cendet. Memangnya, apa saja dampak negatif pemberian jangkrik pada burung Cendet? Banyak sekali, berikut beberapa dampak negatif pemberian jangkrik berlebih pada burung Cendet:
*   Burung Cendet suka salto atau lompat-lompat.
*   Volume suara burung Cendet menjadi semakin pelan.
*   Burung Cendet susah bongkar lagu.
*   Burung Cendet over birahi.
*   Burung Cendet suka cabut ekornya sendiri.
*   Proses mabung burung Cendet lama dan susah mabung.
*   Burung Cendet tidak suka makan voer.
*   Burung Cendet mbagong.
Berikut penjelasan singkatnya :
1.  Burung Cendet suka salto atau lompat-lompat.
Pemberian jangkrik ke burung Cendet seharusnya dapat membuatnya lebih fighter. Namun, kalau diberi jangkrik terlalu banyak makan akan menjadikan burung Cendet suka salto atau lompat-lompat. Penyebabnya karena burung Cendet over birahi akibat pemberian jangkrik berlebih.
2.  Volume suara burung Cendet menjadi semakin pelan.
Jika biasanya burung Cendet jadi gacor dan tembus setelah diberi jangkrik banyak, maka segera kurangi porsi jangkriknya. Sebab, lama-kelamaan, pemberian jangkrik yang begitu melimpah malah membuat volume suara burung Cendet menjadi pelan. Volume Cendet yang keluar mungkin hanya 75 persen saja, sehingga tampilan di lapangan menjadi kurang maksimal.
3.  Burung Cendet susah bongkar lagu.
Materi suara burung Cendet sebenarnya cukup bervariasi. Namun, apabila diberi jangkrik terlalu berlebihan maka yang terjadi justru Cendet menjadi susah bongkar lagu. Alhasil, suara Cendet menjadi monoton dan lagunya itu-itu saja. Ini tentunya berkaitan dengan kondisi perut burung Cendet yang kekenyangan.
4.  Burung Cendet over birahi
Semua sudah mengetahui bahwa pemberian jangkrik berlebihan akan membuat burung Cendet over birahi. Hal ini perlu dihindari karena burung Cendet yang sedang over birahi biasanya menjadi agresif kepada orang lain atau pemiliknya sendiri. Selain itu, Cendet juga bakal mengejar sesuatu yang ada di dekatnya dan menurunkan performa selama mengikuti lomba.
5.  Burung Cendet suka cabut ekornya sendiri.
Efek buruk lain dari pemberian jangkrik berlebih adalah burung Cendet suka cabut ekornya sendiri. Ya, burung karnivora ini sering berubah menjadi kanibal dan mematuk tubuhnya sendiri jika tidak diberi jangkrik. Di samping itu, pemberian jangkrik akan membuat tubuh Cendet menjadi panas. Saat tubuh Cendet panas, dia akan merusak ekornya sendiri. Kalau sudah seperti ini burung Cendet akan malas berkicau.
6.  Proses mabung burung Cendet lama dan susah mabung.
Sebenarnya mabung adalah proses alami yang dilewati oleh semua jenis burung. Mabung merupakan proses pergantian bulu lama menjadi bulu baru. Nah, karena kebanyakan diberi jangkrik, maka burung Cendet menjadi susah mabung. Kalau bukan begitu, biasanya proses mabungnya malah berlangsung lama.
7.  Burung Cendet tidak suka makan voer
Efek negatif lainnya dari pemberian jangkrik berlebihan ialah burung Cendet jadi tidak suka makan voer. Jangkrik mengandung protein yang sangat tinggi sehingga sangat enak rasanya. Nah, karena keseringan diberi pakan yang enak-enak, burung Cendet jadi tidak tertarik dengan makan lain seperti voer. Padahal, pakan voer juga penting karena di dalam terdapat kandungan karbohidrat, lemak, dan mineral lainnya.
8. Burung Cendet mbagong.
Ciri burung Cendet mbagong, jika dia didekati seseorang maka burung Cendet akan mengembangkan sayapnya sambil mengeluarkan suara miyik ngiek-ngiek seperti anakan burung Cendet. Selain itu, terkadang burung Cendet juga terlihat mengembangkan bulu-bulunya mirip bola. Efek buruk mbagong pada Cendet karena terlalu banyak diberi jangkrik. Oleh karena itu, ada baiknya pemberian jangkrik dikurangi agar burung Cendet tidak mbagong lagi.


Demikian beberapa dampak negatif pemberian jangkrik pada burung Cendet. Jangkrik tidak hanya berdampak buruk pada Cendet, karena pemberian jangkrik yang pas bisa juga membuat Cendet lebih gacor.

Sunday, July 22, 2018

Sejarah Hotel Yamato lengkap

Latar belakang terjadinya perang di Hotel Yamato

Insiden Hotel Yamato adalah peristiwa perobekan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru) menjadi bendera Indonesia (Merah-Putih) di Hotel Yamato Surabaya (sekarang Hotel Majapahit Surabaya) pada tanggal 18 September 1945 yang didahului oleh gagalnya perundingan antara Sudirman (residen Surabaya) dan Mr. W.V.Ch Ploegman untuk menurunkan bendera Belanda.


Kronologi Peristiwa
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan dikeluarkannya maklumat pemerintahan Soekarno tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Pengibaran Bendera Indonesia Setelah Bendera Belanda Berhasil disobek Warna Birunya di Hotel Yamato (Sekarang Hotel Majapahit)

Di berbagai tempat strategis dan tempat-tempat lainnya bendera Indonesia dikibarkan. Antara lain di teras atas Gedung Kantor Karesidenan (kantor Syucokan, gedung Gubernuran sekarang, Jalan Pahlawan) yang terletak di muka gedung Kempeitai (sekarang Tugu Pahlawan), di atas Gedung Internatio, disusul barisan pemuda dari segala penjuru Surabaya yang membawa bendera Indonesia datang ke Tambaksari (lapangan Stadion Gelora 10 November) untuk menghadiri rapat raksasa yang diselenggarakan oleh Barisan Pemuda Surabaya.

Saat rapat tersebut lapangan Tambaksari penuh lambaian bendera merah putih disertai pekik 'Merdeka' yang diteriakkan massa. Pihak Kempeitai telah melarang diadakannya rapat tersebut tidak dapat menghentikan dan membubarkan massa rakyat Surabaya tersebut. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya kemudian terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato atau Oranje Hotel (sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Kedatangan Pasukan Tentara Inggris Dan Belanda Dalam AFNEI
Awalnya Jepang dan Indo-Belanda yang sudah keluar dari interniran menyusun suatu organisasi, Komite Kontak Sosial, yang mendapat bantuan penuh dari Jepang. Terbentuknya komite ini disponsori oleh Palang Merah Internasional (Intercross). Namun, berlindung dibalik Intercross mereka melakukan kegiatan politik. Mereka mencoba mengambil alih gudang-gudang dan beberapa tempat telah mereka duduki, seperti Hotel Yamato. Pada 18 September 1945, datanglah di Surabaya (Gunungsari) opsir-opsir Sekutu dan Belanda dari AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) bersama-sama dengan rombongan Intercross dari Jakarta.

Rombongan Sekutu tersebut oleh administrasi Jepang di Surabaya ditempatkan di Hotel Yamato, Jl Tunjungan 65, sedangkan rombongan Intercross di Gedung Setan, Jl Tunjungan 80 Surabaya, tanpa seijin Pemerintah Karesidenan Surabaya. Dan sejak itu Hotel Yamato dijadikan markas RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees: Bantuan Rehabilitasi untuk Tawanan Perang dan Interniran).

Pengibaran Bendera Belanda
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada malam hari tanggal 19 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.

Hotel Oranje atau Hotel Yamato (Sekarang Hotel Majapahit) 1911
Kabar tersebut tersebar cepat di seluruh kota Surabaya, dan Jl. Tunjungan dalam tempo singkat dibanjiri oleh massa yang marah. Massa terus mengalir hingga memadati halaman hotel serta halaman gedung yang berdampingan penuh massa yang diwarnai amarah. Di sisi agak belakang halaman hotel, beberapa tentara Jepang berjaga-jaga untuk mengendalikan situasi tak stabil tersebut.

Gagalnya Perundingan Sudirman Dan Ploegman
Tak lama setelah mengumpulnya massa tersebut, Residen Sudirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Sudirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato.

Perobekan Bendera Belanda
Di luar hotel, para pemuda yang mengetahui berantakannya perundingan tersebut langsung mendobrak masuk ke Hotel Yamato dan terjadilah perkelahian di lobi hotel. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Sudirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Peristiwa ini disambut oleh massa di bawah hotel dengan pekik 'Merdeka' berulang kali.

Peran Peristiwa Dalam Perang Kemerdekaan Indonesia

Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara AFNEI. Serangan-serangan kecil itu ternyata dikemudian hari berubah menjadi serangan umum yang memakan banyak korban baik di militer Indonesia dan Inggris maupun sipil di pihak Indonesia. Akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi dan mengadakan gencatan senjata. Gencatan senjata tersebut gagal dan ditambah dengan matinya Brigadir Jenderal Mallaby, berakibat pada dikeluarkannya ultimatum 10 November oleh pihak Inggris dan terjadinya Pertempuran 10 November yang terbesar dan terberat dalam sejarah Perang Kemerdekaan Indonesia dan ditetapkan menjadi Hari Pahlawan.

Sejarah Kota Surabaya (Berdasarkan fakta dan opini)

Sejarah Kota Surabaya (Berdasarkan fakta dan opini)

Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti itu terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepian sungai Brantas sebagai salah satu tempat penyebrangan penting sepanjang sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasasra Negara Kertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca tentang perjalanan pesiar Baginda Hayam Wuruk pada tahun 1365 dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).


Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) & 1365 (Negara Kertagama), para ahli menduga bahwa Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut hipotesis Von Faber, Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat pemukiman baru bagi prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M.  Hipotesis yang lain mengatakan bahwa Surabaya dulu bernama Ujung Galuh.

Versi lain mengatakan bahwa Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan tentara Tar-Tar, Raden Wijaya mendirikan sebuah kraton di Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono makin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura.

Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal kehabisan tenaga. Kata "Surabaya" juga sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air, antara tanah dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura/Hiu) dan Boyo (Baya atau Buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa nama Surabaya muncul setelah terjadinya peperangan antara ikan Sura (Hiu) dan Buaya (Buaya).

Supaya tidak menimbulkan kesimpang-siuran dalam masyarakat maka Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya, dijabat oleh Bapak Soeparno, mengeluarkan Surat Keputusan No. 64/WK/75 tentang penetapan hari jadi kota Surabaya. Surat Keputusan tersebut menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai tanggal hari jadi kota Surabaya. Tanggal tersebut ditetapkan atas kesepakatan sekelompok sejarawan yang dibentuk oleh pemerintah kota bahwa nama Surabaya berasal dari kata "sura ing bhaya" yang berarti "keberanian menghadapi bahaya" diambil dari babak dikalahkannya pasukan Mongol oleh pasukan Jawa pimpinan Raden Wijaya pada tanggal 31 Mei 1293.
Tentang simbol kota Surabaya yang berupa ikan sura dan buaya terdapat banyak sekali cerita. Salah satu yang terkenal tentang pertarungan ikan sura dan buaya diceritakan oleh LCR. Breeman, seorang pimpinan Nutspaarbank di Surabaya pada tahun 1918.

Sejarah Kota Surabaya
Cerita Sejarah Kota Surabaya kental dengan nilai kepahlawanan. Sejak awal berdirinya, kota ini memiliki sejarah panjang yang terkait dengan nilai-nilai heroisme. Istilah Surabaya terdiri dari kata sura (berani) dan baya (bahaya), yang kemudian secara harfiah diartikan sebagai berani menghadapi bahaya yang datang. Nilai kepahlawanan tersebut salah satunya mewujud dalam peristiwa pertempuran antara Raden Wijaya dan Pasukan Mongol pimpinan Kubilai Khan di tahun 1293. Begitu bersejarahnya pertempuran tersebut hingga tanggalnya diabadikan menjadi tanggal berdirinya Kota Surabaya hingga saat ini, yaitu 31 Mei.

Heroisme masyarakat Surabaya paling tergambar dalam pertempuran 10 Nopember 1945. Arek-arek Suroboyo, sebutan untuk orang Surabaya, dengan berbekal bambu runcing berani melawan pasukan sekutu yang memiliki persenjataan canggih. Puluhan ribu warga meninggal membela tanah air. Peristiwa heroik ini kemudian diabadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan. Sehingga membuat Surabaya dilabeli sebagai Kota Pahlawan.

Sejarah Surabaya juga berkaitan dengan aktivitas perdagangan. Secara geografis Surabaya memang diciptakan sebagai kota dagang dan pelabuhan. Surabaya merupakan pelabuhan gerbang utama Kerajaan Majapahit. Letaknya yang dipesisir utara Pulau Jawa membuatnya berkembang menjadi sebuah pelabuhan penting di zaman Majapahit pada abad ke - 14.


Berlanjut pada masa kolonial, letak geografisnya yang sangat strategis membuat pemerintah Kolonial Belanda pada abad ke - 19, memposisikannya sebagai pelabuhan utama yang berperan sebagai collecting centers dari rangkaian terakhir kegiatan pengumpulan hasil produksi perkebunan di ujung Timur Pulau Jawa, yang ada di daerah pedalaman untuk diekspor ke Eropa.

Tuesday, July 17, 2018

cara menghilangkan komedo dengan buah-buahan

Wellcome to my Blog.
Sebagaian orang yang memiliki komedo diwajah maka akan melakukan cara apapun untuk cepat-cepat menghilangkan komedo, nah hal inilah yang kebanyakan orang salah untuk mengatasi komedo di wajah. Banyak yang menggunakan sabun pembersih muka untuk membersihkan komeda, cara ini belum tentu mampu untuk membasmi komedo hingga akarnya. Akibatnya komedo seringkali muncul kembali dan bahkan memberikan efek samping berupa keringnya kulit wajah. Karena itu tidak sedikit para wanita yang beralih pada perawatan alami untuk menghilangkan komedo.
Komedo ternyata juga mempunyai dua jenis, yaitu komedo hitam yang biasa dikenal dengan blackhead dan komedo putih atau disebut whitehead. Namun apapun jenisnya maka tentu saja harus diatasi dengan cepat agar wajah Anda tetap halus dan mulus. Nah cara menghilangkan komedo sebenarnya sangatlah mudah karena hanya dengan menggunakan bahan-bahan alami dan tardisional saja secara rutin dan konsisten maka ini sudah bisa mengatasi masalah komedo diwajah. Dengan menggunakan bahan-bahan alami hasil yang didapat bisa terbilang memuaskan jika anda melakukanya secara rutin untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami dan Ampuh
1. Menggunakan Jeruk Nipis
Jeruk nipis memiliki kandungan vitamin C yang sangat banyak, hal ini sudah teruji klinis mampu menghilangkan komedo dari dalam sekaligus dari luar kulit. Karena itu beberapa kosmetik banyak yang menggunakan Jeruk Nipis sebagai bahan baku pembuatan kosmetik untuk mendapatkan manfaat yang baik bagi kulit terutama kulit berminyak yang sering bermasalah dengan komedo. Lakukan perawatan kulit Anda yang berkomedo menggunakan jeruk nipis dengan cara memotong buahnya menjadi dua dan peras airnya. Perasan jeruk nipis ini gunakan sebagai masker yang dioleskan pada kulit wajah terutama pada daerah yang berkomedo.
Setiap kali Anda menerapkan atau mengoleskan air perasan jeruk nipis ke kulit wajah Anda, lakukan pijatan lembut pada daerah yang berkomedo. Tujuan pijatan ini adalah untuk memudahkan komedo terangkat dari pori-pori kulit. Diamkan kurang lebih sekitar 15-20 menit atau tunggu hingga kering jeruk nipis yang Anda oleskan pada wajah. Lakukan bilasan dengan air hangat pada wajah Anda. Komedo akan terangkat dan luruh bersama air saat Anda membilas wajah Anda. Kulit wajah Anda akan terasa lebih halus dan tanpa komedo.
2. Menggunakan Masker Buah Tomat
Bahan alami lain yang bermanfaat untuk menghilangkan komedo adalah tomat. Selain mengandung vitamin C yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kesegaran kulit, tomat juga mengandung vitamin E yang mampu mengangkat kulit mati dan menutup pori-pori kulit sehingga produksi minyak dapat ditekan dan pertumbuhan komedo dapat dicegah.
Gunakan tomat sebagai masker wajah dengan menghaluskannya dan dicampurkan dengan minyak zaitun. Oleskan masker tomat pada wajah terutama daerah yang berkomedo, hingga masker mengering. Lakukan bilasan untuk merasakan hasil perawatan cara menghilangkan komedo secara alami, cepat, dan ampuh menggunakan tomat.

3. Pepaya

Buah pepaya mengandung enzim papain yang dapat mengangkat sel kulit mati serta enzim proteolitik yang mampu menghilangkan komedo. Anda dapat menghilangkan komedo dengan menggunakan masker pepaya yang dapat dibuat sendiri di rumah dengan langkah – langkah berikut :
  1. Potong daging buah pepaya
  2. Haluskan daging buah pepaya sampai menyerupai bubur
  3. Oleskan pada wajah sebagai masker terutama pada bagian yang berkomedo
  4. Diamkan selama 10-15 menit
  5. Lakukan perawatan ini secara rutin 2-3 kali seminggu
Sekian informasi yang dapat saya bagikan semoga bermanfaat karena buah-buah tersebut sangat mudah untuk di temukan.


Friday, June 8, 2018

Jenis burung finch yang dapat disilangkan dengan kenari


Selamat datang di blog saya, semoga hari anda menyenangkan dan dapat memberikan inspirasi untuk mengembangkan burung kecil ini karena jauh lebih menarik dari burung-burung yang lainnya dan mudah untuk dibudidayakan. Yorkshire Piramid.
Kenari dan jenis burung finch lainnya termasuk burung yang paling mudah dieksplorasi materi genetiknya, di samping keluarga burung paruh bengkok (parrots) seperti lovebird, parkit, cockatiel dan sebagainya. Di Eropa dan Amerika Utara, banyak breeder yang terus berusaha mencetak kenari mule / hibrida, dengan melakukan crossing antara kenari (Serinus canarius) dan spesies lain dari burung finch. Breeder di Indonesia pun tak mau kalah, terbukti sudah lama mereka mencetak blackken, sangken, mozken, hingga narijo (Susah breeding).
Kenari juga bisa disilangkan dengan red siskin, atau venezuelan finch, bahkan kini termasuk sedang ngetren di Indonesia. Persilangan ini bisa menghasilkan anakan berupa kenari warna merah. Masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dari burung kenari.
Mengingat tren utama di mancanegara sulit diterapkan di Indonesia, karena sulit mendapatkan goldfinch dan greenfinch di negeri ini, tentu kita tidak bisa memaksakan diri untuk mengikuti tren yang berkembang di sana (kecuali jika ada importir yang mampu mendatangkannya ke Indonesia).
Mereka hanya menyebut kenari mule untuk persilangan antara kenari dan goldfinch, atau antara kenari dan jenis burung finch lainnya. Adapun kenari hibrida digunakan untuk F1 hasil persilangan antara dua spesies burung finch di luar kenari.
Kenari AFS
Jenis burung yang dapat disilangkan dengan burung kenari:
Syarat utama untuk menyilangkan kenari dengan jenis burung finch lainnya adalah kedua spesies memiliki jumlah kromosom atau pasangan kromosom yang sama. Setiap sel burung kenari memiliki 42 kromosom atau 21 pasangan kromosom. Sebagian besar (tetapi tidak semuanya) burung dari kelompok finch juga memiliki kromosom / pasangan kromosom yang sama.
Berikut ini burung dari kelompok finch yang memenuhi persyaratan untuk disilangkan dengan kenari, sebagai bekal atau panduan bagi Anda jika ingin mencetak kenari mule:
- Blackthroat / black-throated canary (Serinus atrogularis)
- Mozambik / Yellow-fronted canary (Serinus mozambicus)
- Edel sanger / grey singing finch (Serinus leucopygius)
- Kenari melayu / kenari gunung (Serinus estherae)
- Red-fronted serin (Serinus pusillus)
- European serin (Serinus serinus)
- Cape canary (Serinus canicollis)
- Abyssinian siskin (Serinus nigriceps)
- Cape siskin (Serinus totta)
- Drakensberg siskin (Serinus symonsi)
- African citril (Serinus citrinelloides)
- Forest canary (Serinus scotops)
- Yellow canary (Serinus flaviventris)
- Brimstone canary (Serinus sulphuratus)
- White-throated canary (Serinus albogularis)
- Brown-rumped seedeater (Serinus tristriatus)
- Streaky-headed seedeater (Serinus gularis)
- Streaky seedeater (Serinus striolatus)
Semua spesies yang disebutkan di atas termasuk dalam genus Serinus, sehingga hubungan kekerabatannya sangat dekat. Tetapi, seperti dijelaskan sebelumnya, tren paling berkembang saat ini justru adalah persilangan kenari dan goldfinch (Carduelis carduelis), atau antara kenari dan greenfinch (Carduelis chloris), yang berasal dari genus berbeda, tetapi masih dalam keluarga keluarga Fringillidae.
Setelah anda telah mengetahui jenis burung-burung yang dapat di silangkan dengan kenari anda dapat segera mencobanya dengan cara yang sama ketika anda menjodohkan burung kenari, yang terpenting adalah kesabaran dan jangan berhenti mencobanya. Terima kasih semoga apa yang saya bagikan bermanfaat. Salam satu hobby cuit cuit cuit cuit. Yorkshire piramid.

Wednesday, June 6, 2018

Apa itu Regresi?


Halo semuanya jumpa lagi di blog yorkshire piramid. kali ini saya akan membagikan konsep regresi, apasih regresi itu? yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Konsep Regresi

Sir Francis Galton (1822–1911), memperkenalkan model peramalan, penaksiran, atau pendugaan, terkait dengan penelitiannya terhadap tinngi badan manusia. Model tersebut dikenal sebagai regresi. penelitian tersebut membandingkan antara tinggi anak laki-laki dan tinggi badan ayahnya. Hasil penelitannya menunjukkan bahwa anak laki-laki dari ayah yang badannya sangat tinggi cenderung lebih pendek daripada ayahnya, sedangkan anak laki-laki dari ayah yang sangat pendek cenderung lebih tinggi dari ayahnya (Ronal E. Walpole). Galton menunjukkan bahwa tinggi badan anak laki-laki dari ayah yang tinggi setelah beberapa generasi cenderung mundur (regressed) mendekati nilai tengah populasi. Analisis regresi digunakan untuk menentukan bentuk hubungan antar variabel. Tujuan utama dalam penggunaan analisis ini adalah untuk meramalkan atau menduga nilai dari satu variabel dalam hubungannya dengan variabel lain yang diketahui melalui persamaan garis regresinya (Iqbal Hasan).
1.1.Fungsi regresi
Dalam ilmu statistika ada dua macam hubungan antara dua variabel yang relatif sering digunakan yakni bentuk hubungan dan keeratan. Bentuk hubungan bisa diketahui melalui analisis regresi, sedangkan keeratan hubungan dapat diketahui dengan analisis korelasi. Analisis regresi dipergunakan untuk menelaah hubungan antara dua variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan baik, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang komplek. Jika X1, X2, ...., Xn, adalah variabel-variabel independen dan Y adalah variabel dependen, maka terdapat hubungan fungsional antara X dan Y, dimana variasi dari X akan diiringi pula oleh variasi dari Y. Jika dibuat secara matematis hubungan itu dapat dijabarkan sebagai berikut:
Y = f(X1, X2, ....., Xn, e),
dimana:  
Y adalah variabel dependen (tak bebas)
X adalah variabel independen (bebas)
e adalah variabel residu (disturbace term)
Berkaitan dengan analisis regresi ini, setidaknya ada empat kegiatan yang lazim dilaksanakan (Moh. Nazir) yakni :
(1)  Mengadakan estimasi terhadap parameter berdasarkan data empiris.
(2) Menguji berapa besar variasi variabel dependen dapat diterangkan oleh variasi independen.
(3)  Menguji apakah estimasi parameter tersebut signifikan atau tidak.
(4)  Melihat apakah tanda magnitud dari estimasi parameter cocok dengan teori.
Hubungan antar variabel dapat berupa hubungan linier ataupun hubungan tidak linier. Misalnya, berat badan orang dewasa sampai pada tahap tertentu bergantung pada tinggi badan, keliling lingkaran bergantung pada diameternya, dan tekanan gas bergantung pada suhu dan volumenya. Atau dalam ilmu pemasaran, nilai penjualan akan bergantung pada biaya promosi. Hubungan-hubungan itu bila dinyatakan dalam bentuk matematis akan memberikan persamaan-persamaan tertentu. Untuk dua variabel, hubungan liniernya dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan linier, yakni: Y = a + bX. Hubungan antara dua variabel pada persamaan linier jika digambarkan secara (scatter diagram), semua nilai Y dan X akan berada pada suatu garis lurus. Dan dalam ilmu ekonomi, garis itu dinamakan garis regresi. (Iqbal Hasan). Dalam menentukan nilai a dan b digunakan prinsip jumlah kuadrat kesalahan terkecil (Ordinary Least Square). Yang mana untuk memprediksi hubungan antar variabel digunakan analisis regresi.
1.2.Jenis Data

Didalam menentukan hubungan linier antara dua variabel atau lebih, maka diperlukan data yang dapat mendukung dalam menentukan arah hubungan dan pengambilan keputusan. Data adalah bahan mentah yang di dapat dan perlu diolah lebih lanjut, sehingga akan menghasilkan informasi atau keterangan yang mudah dimengerti. Data perlu dikelompokkan dahulu sebelum digunakan dalam proses analisis.

  1. Data Menurut Sumber Pengambilan.
1.      Data Primer
Data yang diperoleh secara langsung dilapangan oleh peneliti yang bersangkutan.
2.      Data Sekunder
Data yang diperoleh dari sumber-sumber yang telah ada yang diambil oleh peneliti.

  1. Data Menurut Waktu Pengumpulan
1.      Data Berkala (time series)
Data yang terkumpul dari waktu ke waktu (banyak waktu) untuk memberikan suatu keadaan tertentu, pada satu objek.
2.      Data Kerat Lintang (cross section)
Data yang terkumpul pada satu waktu tertentu untuk memberikan gambaran pekembangan suatu keadaan pada banyak objek.
3.      Data Panel (kombinasi time series dan cross section)
Data yang terkumpul dari waktu ke waktu (banyak waktu) untuk memberikan suatu keadaan tertentu pada banyak objek.

  1. Data Menurut Sifat
1.      Data Kualitatif
Data yang tidak berbentuk bilangan atau angka
2.      Data Kuantitatif
Data yang berbentuk bilangan atau angka.

  1. Data Menurut Tingkat Pengukurannya
1.      Data Metrik
Data yang bisa dilakukan proses matematika. Macam data metrik adalah
a)      Data Interval
Data yang berasal dari kategori yang diurutkan berdasarkan suatu atribut tertentu, dimana jarak dari tiap kategori adalah sama, artinya jarak data yang satu dengan yang lain mempunyai bobot yang sama.
b)      Data Rasio
Data yang pengukurannya mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama, artinya data rasio menghimpun semua ciri-ciri data dari data nominal, interval, dan ordinal.
2.      Data Non Metrik
Data yang tidak bisa dilakukan proses matematika, macam data non metrik adalah
a)      Data Ordinal
Data yang berasal dari ranking, yang mana data diurutkan dari jenjang paling rendah ke jenjang paling tinggi dan dari jarak yang tidak sama.
b)      Data Nominal
Data yang berasal dari pengelompokan kejadian berdasarkan kategori tertentu yang perbedaannya hanyalah menunjukkan perbedaan kualitatif. Artinya fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karakteristik data tersebut.
Berikut ini akan dijelaskan secara rinci jenis data yang digunakan dalam persamaan regresi. Secara umum bentuk persamaan regresi dan jenis data yang digunakan ditunjukkan pada persamaan. 1.1 :

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + .......... + bn Xn                                 (pers. 1.1)         
Metrik                                                  Metrik & Non Metrik

Untuk variabel tergantung Y harus mempunyai jenis data metrik sedangkan untuk variabel bebas bisa terdiri data metrik atau non metrik (Hair et al, 2006). Jenis data metrik terdiri dari data rasio dan interval sedangkan data non metrik terdiri dari data ordinal dan nominal. Ciri-ciri masing-masing jenis data tersebut ditunjukkan pada tabel 1.1.
Tabel 1.1 : Ciri-ciri jenis data
Ciri
Jenis
Awalan
Jarak
Urutan
Klasifikasi
Rasio
V
V
V
X
Interval
X
V
V
X
Ordinal
X
X
V
V
Nominal
X
X
X
V
Keterangan :
Awalan = Mutlak dimulai 1
Jarak = Bisa dioperasikan secara matematis ( +  -  *  / )
Urutan = 4 > 3 > 2 > 1
Klasifikasi = Pengelompokan
V = Ada                     
X = Tidak ada

Sebagai ilustrasi, sebuah penelitian yang berjudul ”Pengaruh Jenis Kelamin, Pendidikan, Motivasi, Warna Baju dan Umur terhadap Pendapatan SPG di Royal Plaza”, maka akan dikumpulkan data melalui kuesioner, dan hasilnya akan ditabulasi seperti ditunjukkan pada tabel 1.2.
Untuk keperluan pengolahan statistik maka seluruh data hasil kuesioner harus berupa angka, apabila data tidak berupa angka harus dikonversi menjadi angka, contoh : Jenis Kelamin (Laki-laki dikonversi menjadi angka 1 dan  Perempuan dikonversi menjadi angka 2) dan sebagainya.
Tabel 1.2 : Tabulasi data responden SPG di Royal Plaza
Nama SPG
Sex
Pendidikan
Motivasi
Warna Baju
Umur
Pendapatan
Ronni
1
3
5
3
23
2.000.000
Silvi
2
2
4
2
26
1.750.000
Retno
2
4
2
4
30
1.000.000
Bambang
1
1
2
2
15
750.000
Joko
1
2
4
3
32
1.500.000
Rini
2
3
5
4
24
2.500.000
Novi
2
3
3
1
20
2.750.000
Siti
2
4
2
1
35
1.250.000
Rudi
1
2
1
3
19
3.000.000
Santi
2
1
1
4
27
2.250.000
Keterangan :
1. Sex  (1: Laki-laki & 2: Perempuan)
2. Pendidikan (1: SD, 2: SMP, 3: SMA, 4: PT / Perguruan Tinggi )
3. Motivasi (1: Sangat Rendah, 2: Rendah, 3: Cukup, 4: Tinggi, 5: Sangat Tinggi)
4. Warna Baju (1: Merah, 2: Kuning, 3: Hijau, 4: Pink)
5. Umur (tahun)
6. Pendapatan (rupiah)

Untuk mendeteksi jenis data untuk masing-masing variabel maka dibuat identifikasi untuk ciri-ciri data yang melekat pada variabel tersebut.
1.   Variabel Sex
a.    Ciri Awalan: tidak ada, karena kita boleh membuat peraturan sendiri, misalnya 2: Laki-laki, 3: Perempuan walaupun tidak lazim tapi diperbolehkan
b.    Ciri Jarak : tidak ada, karena 1 (laki-laki) + 1 (laki-laki) tidak sama dengan 2 (perempuan) dan tidak bisa dilakukan operasi matematik lainnya.
c.    Ciri Urutan : tidak ada, karena 2 (perempuan) tidak lebih besar dari 1 (laki-laki).
d.    Ciri Klasifikasi : ada, terdiri dari 2 kelompok yaitu 1 (laki-laki) dan 2 (perempuan)
Kesimpulan :
Variabel Sex termasuk jenis data NOMINAL karena tidak ada awalan, tidak ada jarak, tidak ada urutan dan ada klasifikasi.
2.      Variabel Pendidikan
a.         Ciri Awalan: tidak ada, karena kita boleh membuat peraturan sendiri, misalnya 3: SD, 4: SMP, 5: SMA, 6: PT walaupun tidak lazim tapi diperbolehkan
b.        Ciri Jarak : tidak ada, karena 2 (SMP) * 2 (SMP) tidak sama dengan 4 (PT) dan tidak bisa dilakukan operasi matematik lainnya.
c.         Ciri Urutan : ada, karena 4 (PT) > 3 (SMA) > 2 (SMP) > 1 (SD)
d.        Ciri Klasifikasi : ada, terdiri dari 4 kelompok yaitu 1 (SD), 2 (SMP), 3 (SMA) dan 4 (PT)

Kesimpulan :
Variabel Pendidikan termasuk jenis data ORDINAL karena tidak ada awalan, tidak ada jarak, ada urutan dan ada klasifikasi.
3.   Variabel Motivasi
a.         Ciri Awalan: tidak ada, karena kita boleh membuat peraturan sendiri, misalnya 3: Sangat Rendah, 4: Rendah, 5: Cukup, 6: Tinggi dan 7: Sangat Tinggi walaupun tidak lazim tapi diperbolehkan
b.        Ciri Jarak : tidak ada, karena 3 (Sangat Rendah) + 4 (Rendah) tidak sama dengan 7 (Sangat Tinggi) dan tidak bisa dilakukan operasi matematik lainnya.
c.         Ciri Urutan : ada, karena 5 (sangat tinggi) > 4 (tinggi) > 3 (cukup) > 2 (rendah) > 1 (sangat rendah)
d.        Ciri Klasifikasi : ada, karena terdiri dari 5 kelompok yaitu 1 (sangat rendah), 2 (rendah), 3 (cukup), 4 (tinggi) dan 5 (sangat tinggi).
Kesimpulan :
Variabel Motivasi termasuk jenis data ORDINAL karena tidak ada awalan, tidak ada jarak, ada urutan dan ada klasifikasi.
4.      Variabel Warna Baju
a.    Ciri Awalan: tidak ada, karena kita boleh membuat peraturan sendiri, misalnya 2: Merah, 3: Kuning, 4: Hijau dan 5: Pink walaupun tidak lazim tapi diperbolehkan
b.    Ciri Jarak : tidak ada, karena 2 (Kuning) + 2 (Kuning) tidak sama dengan 4 (Pink) dan tidak bisa dilakukan operasi matematik lainnya.
c.    Ciri Urutan : tidak ada, karena 4 (Pink) tidak lebih besar atau lebih baik dari 3 (Hijau) dan seterusnya
d.    Ciri Klasifikasi : ada, terdiri dari 4 kelompok yaitu 1 (Merah), 2 (Kuning), 3 (Hijau) dan 4 (Pink)
Kesimpulan :
Variabel Warna Baju termasuk jenis data ORDINAL karena tidak ada awalan, tidak ada jarak, ada urutan dan ada klasifikasi.
5.   Variabel Umur
a.     Ciri Awalan: ada, karena mutlak dimulai 1, kita tidak bisa mengatakan bahwa seseorang berumur 32 tahun adalah 20 tahun, karena perhitungannya dimulai dari 12.
b.     Ciri Jarak : ada, karena kita bisa mengatakan bahwa umur Bambang (15) + umur Novi (20) sama dengan umur Siti (35) demikian juga berlaku operasi matematik lainnya.
c.     Ciri Urutan : ada, karena 40 > 35 > 32 > 30 ..... dan seterusnya.
d.     Ciri Klasifikasi : tidak ada, karena nilainya adalah unik jadi tidak ada pengelompokan
Kesimpulan :
Variabel Umur termasuk jenis data RASIO karena ada awalan, ada jarak, ada urutan dan tidak ada klasifikasi.


6.      Variabel Pendapatan
a.    Ciri Awalan: ada, karena mutlak dimulai 1, kita tidak bisa mengatakan bahwa seseorang mempunyai gaji 3.000.000 adalah 2.000.000 karena perhitungannya dimulai dari 1.000.000.
b.    Ciri Jarak : ada, karena kita bisa mengatakan bahwa pendapatan Silvi (1.750.00) + pendapatan Bambang (750.000) = pendapatan Rudi (2.500.000).
c.    Ciri Urutan : ada, karena 3.000.000 > 2.750.000 > 2.500.000 .... dan seterusnya.
d.    Ciri Klasifikasi : tidak ada, karena nilainya adalah unik jadi tidak ada pengelompokan
Kesimpulan :
Variabel Pendapatan termasuk jenis data RASIO karena ada awalan, ada jarak, ada urutan dan tidak ada klasifikasi.
Untuk data metrik yang terdiri dari Rasio dan Interval, maka jenis data Rasio yang sering banyak digunakan sedangkan jenis data Interval jarang digunakan. Perbedaan dengan data Rasio adalah Rasio mempunyai awalan dan Interval tidak mempunyai awalan. Contoh yang sering digunakan untuk data Interval adalah suhu, karena untuk Celcius dimulai dari 1, Farenheit dimulai dari 39 dan Kelvin dimulai 212. Didalam perangkat lunak SPSS jenis data Rasio dan Interval ini dinyatakan sebagai jenis data ”SCALE”. Untuk data non-metrik yang terdiri dari Ordinal dan Nominal keduanya digunakan secara luas karena kedua jenis data tersebut memang banyak ditemui dilapangan. Didalam perangkat lunak SPSS data Ordinal dan Nominal ini dinyatakan secara terpisah yaitu ”ORDINAL” dan ”NOMINAL” tidak sebagaimana jenis data Rasio dan Interval yang dijadikan satu sebagai jenis data yaitu ”SCALE”.
Sekian informasi yang dapat saya bagikan untuk kalian semua, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk follow. Terima kasih, salam satu buku cuit cuit cuit. Yorkshire Piramid.

Populer

Begini caranya menyelamatkan diri ketika Tsunami

Pengertian Tsunami dan proses terjadinya Tsunami sendiri terdiri atas dua suku kata yakni “tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang...