Pengertian Tsunami dan proses
terjadinya
Tsunami
sendiri terdiri atas dua suku kata yakni “tsu”
yang berarti pelabuhan dan “nami”
yang berarti gelombang. Apabila
diartikan secara harfiah, maka tsunami berarti ombak besar di pelabuhan.
Tsunami pada umumya adalah sebutan bagi perpindahan badan air yang disebabkan
oleh permukaan air laut secara vertikal dan terjadi dengan tiba- tiba. Perubahan
permukaan air laut (baca: ekosistem air laut) ini dapat disebabkan oleh
berbagai macam hal. Beberapa penyebab berubahnya permukaan air laut:
1. Gempa
yang berpusat di bawah laut
2. Longsor
di bawah laut
3. Letusan
gunung berapi di bawah laut
4. Meteor
yang jatuh ke laut
Tsunami
di Aceh yang terjadi tahun 2004 yang telah menewaskan ribuan nyawa sempat
menjadi berita utama selama berbulan- bulan lamanya. Sebuah gelombang besar
menyapu daratan (baca: ekosistem darat) sebelah utara pulau Sumatera
beserta daratan- daratan yang berada di sekitar pulau tersebut seperti tanpa
ampun. Tsunami akbar yang terjadi ini kedatangannya didahului dengan gempa bumi
dengan kekuatan yang sangat besar. Gempa bumi yang terjadi hingga mencapai
angka 9 skala richter. Angka ini ditunjukkan oleh alat pengukur gempa bumi yang
disebut dengan seismograf. Dengan
kekuatan gempa yang begitu dahsyat maka timbulah gelombang besar yang disebut
dengan tsunami.
Kita
telah mengetahui pengertian secara umum dari tsunami, sekarang perlu bagi kita
untuk mengetahui lebih dalam mengenai fakta- fakta dari gelombang tsunami.
Bencana alam tsunami merupakan bencana yang kekuatan utamanya terdapat pada
gelombang itu sendiri. perlu diketahui bahwa gelombang tsunami ini mempunyai
sifat yang berbahaya. mengapa demikian? Karena gelombang tsunami dapat merambat
ke segala arah, kemudian kekuatan yang dikandung dalam gelombang tsunami ini
sifatnya tetap yakni sesuai dengan ketinggian serta kelajuannya. Kondisi di
laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan hingga 500 – 1000
km per jamnya, kecepatan demikian ini sama dengan kecepatan pesawat terbang.
Dengan kecepatan yang seperti itu, gelombang laut dalam yang terbentuk
tingginya hanya sekitar 1 meter saja sehingga lajunya gelombang yang halus ini
tidak akan dirasakan oleh kapal- kapal orang yang berada di tengah lautan.
Namun ketika mendekati pantai atau daratan, kondisi ini berbalik 180 derajat.
Laju kecepatan gelombang tsunami akan jauh lebih melemah, yakni sekitar 30 km
saja per jam. Namun siapa sangka dengan kecepatan yang melambat justru
gelombang yang terbentuk sudah mencapai puluhan meter dan siap menerjang apa
saja. bahkan hantaman dari gelombang ini bisa mencapai puluhan kilometer masuk
ke bibir pantai (baca: ekosistem pantai) dan menyapu apa saja yang
diterjangnya. Proses terjadinya tsunami secara lebih jelas yaitu:
1. Adanya
gerakan vertikal pada lempeng yang berupa patahan
2. Patahan
menyebabkan dasar laut naik yag dinamakan gempa bumi
3. Keseimbangan
air terganggu
4. Munculnya
gelombang tsunami yang bergerak menuju pantai
Tanda-tanda Tsunami datang
1. Terjadinya
getaran yang berasal dari dalam laut dalam kekuatan yang cukup besar
Salah
satu tanda yang juga merupakan penyebab terjadinya bencana tsunami adalah
adanya getaran dalam kekuatan yang cukup besar, dimana pusatnya ada di dalam
bumi (baca: inti bumi). Getaran yang kekuatannya besar ini bisa
berbentuk gemba bumi bawah laut, gunung meletus di bawah laut, ataupun longsor
yang terjadi di bawah laut. Sebab adanya getaran yang luar biasa inilah yang
menjadikan gelombang tsunami terjadi karena adany goncangan yang kuat dan
mempengaruhi dasar laut sehingga menumpahkannya ke daratan sebagai gelombang
besar tsunami.
2. Air
laut surut mendadak
Setelah
terjadi getaran yang besar, selanjutnya kita akan melihat air laut yang tiba-
tiba surut. Ini merupakan pertanda yag sangat jelas ketika akan terjadi
tsunami. Air permukaan laut terlihat surut karena air laut akan tersedot oleh
keadaan di dalam laut itu sendiri akibat getaran yang kuat tadi.
3. Binatang-
binatang berbondong- bondong menjauhi daerah pantai
Tanda
yang selanjutnya akan terjadinya bencana tsunami adalah apabila kita melihat
banyak binatag berbondong- bondong menjauhi daerah pantai (baca: manfaat
pantai), baik itu burung maupun binatang darat lainnya. Hal ini karena
sensor binatang lebih kuat daripada manusia maka dari itulah binatang lebih
dahulu mengetahui akan terjadinya tsunami, dan mereka mencoba menyelamatkan
diri agar tidak terkena gelombang tsunami yang bisa mengancam keselamatan
mereka.
Itulah
beberapa tanda yang dapat kita rasakan atau kita lihat ketika tsunami akan
datang. Apabila kita melihat tanda- tanda tersebut sebaiknya kita langsung
melakukan upaya penyelamatan tanpa pikir panjang.
Tindakan
penyelamatan yang dapat dilakukan ketika Tsunami
1. Menjauh
dari daerah pantai
Pertama
hal paling logis sebagai upaya penyelamatan menjelang terjadinya tsunami adalah
segera menjauhi daerah pantai. apabila kita teah sadar akan terjadinya tanda-
tanda akan tsunami, maka kita harus segera menjauhi daerah pantai. mengapa?
Karena daerah pantai adalah daerah yang paling dekat dengan laut (baca: macam-macam
laut) dan menjadi daerah yang pertama kali terkena hempasan gelombang
tsunami. Tidak jarang daerah pantai atau sekitarnya menjadi yang porak poranda
karena gelombang tsunami tersebut.
2. Segera
menuju ke tempat yang lebih tinggi
Setelah
pergi menjauhi pantai, selanjutnya marilah kita mencari tempat yang lebih
tinggi (baca: dataran tinggi) seperti perbukitan atau pegunungan apabila
ada. Tempat yang tinggi akan melindungi kita dari gelombang tsunamidan juga
dari banjir (baca: banjir rob) setelah gelombang tsunami menghantam
daratan. di tempat yang lebih tinggi pula kita akan lebih mudah untuk
memberikan kode penyelamatan. Tidak dipungkiri bahwasannya tim penyelamat
setelah bencana tsunami biasanya dari udara, karena selain lebih mudah memantau
daerah yang terlanda, tim udara mempunyai lebih sedikit hambatan daripada tim
darat.
Nah
itulah dua langkah penyelamatan yang wajib kita lakukan dengen segera setelah
menyadari terjadinya tanda- tanda akan terjadi bencana tsunami. Apabila kita
menyadari tanda- tanda akan terjadinya tsunami sedari dini, kita akan sempat
menyelamatkan barang- barang berharga yang ingin kita bawa. Tentu saja barang
berharga yang kecil dan bisa kita bawa untuk menyelamatkan diri. Lebih efektif
lagi apabila kita mencari tempat yang lebih aman dengan menggunakan kendaraan,
hal ini karena laju kendaraan lebih cepat daripada jika kita berlari. Hal ini
membuat kita lebih mudah menjangkau tempat yang jauh dari pantai.
No comments:
Post a Comment
Bagaimana pendapatmu tentang tulisan ini?