Monday, December 24, 2018

Begini caranya menyelamatkan diri ketika Tsunami

Pengertian Tsunami dan proses terjadinya
Tsunami sendiri terdiri atas dua suku kata yakni “tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang berarti gelombang. Apabila diartikan secara harfiah, maka tsunami berarti ombak besar di pelabuhan. Tsunami pada umumya adalah sebutan bagi perpindahan badan air yang disebabkan oleh permukaan air laut secara vertikal dan terjadi dengan tiba- tiba. Perubahan permukaan air laut (baca: ekosistem air laut) ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Beberapa penyebab berubahnya permukaan air laut:
1.    Gempa yang berpusat di bawah laut
2.    Longsor di bawah laut
3.    Letusan gunung berapi di bawah laut
4.    Meteor yang jatuh ke laut
Tsunami di Aceh yang terjadi tahun 2004 yang telah menewaskan ribuan nyawa sempat menjadi berita utama selama berbulan- bulan lamanya. Sebuah gelombang besar menyapu daratan (baca: ekosistem darat) sebelah utara pulau Sumatera beserta daratan- daratan yang berada di sekitar pulau tersebut seperti tanpa ampun. Tsunami akbar yang terjadi ini kedatangannya didahului dengan gempa bumi dengan kekuatan yang sangat besar. Gempa bumi yang terjadi hingga mencapai angka 9 skala richter. Angka ini ditunjukkan oleh alat pengukur gempa bumi yang disebut dengan seismograf. Dengan kekuatan gempa yang begitu dahsyat maka timbulah gelombang besar yang disebut dengan tsunami.
Kita telah mengetahui pengertian secara umum dari tsunami, sekarang perlu bagi kita untuk mengetahui lebih dalam mengenai fakta- fakta dari gelombang tsunami. Bencana alam tsunami merupakan bencana yang kekuatan utamanya terdapat pada gelombang itu sendiri. perlu diketahui bahwa gelombang tsunami ini mempunyai sifat yang berbahaya. mengapa demikian? Karena gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah, kemudian kekuatan yang dikandung dalam gelombang tsunami ini sifatnya tetap yakni sesuai dengan ketinggian serta kelajuannya. Kondisi di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan hingga 500 – 1000 km per jamnya, kecepatan demikian ini sama dengan kecepatan pesawat terbang. Dengan kecepatan yang seperti itu, gelombang laut dalam yang terbentuk tingginya hanya sekitar 1 meter saja sehingga lajunya gelombang yang halus ini tidak akan dirasakan oleh kapal- kapal orang yang berada di tengah lautan. Namun ketika mendekati pantai atau daratan, kondisi ini berbalik 180 derajat. Laju kecepatan gelombang tsunami akan jauh lebih melemah, yakni sekitar 30 km saja per jam. Namun siapa sangka dengan kecepatan yang melambat justru gelombang yang terbentuk sudah mencapai puluhan meter dan siap menerjang apa saja. bahkan hantaman dari gelombang ini bisa mencapai puluhan kilometer masuk ke bibir pantai (baca: ekosistem pantai) dan menyapu apa saja yang diterjangnya. Proses terjadinya tsunami secara lebih jelas yaitu:
1.    Adanya gerakan vertikal pada lempeng yang berupa patahan
2.    Patahan menyebabkan dasar laut naik yag dinamakan gempa bumi
3.    Keseimbangan air terganggu
4.    Munculnya gelombang tsunami yang bergerak menuju pantai
Tanda-tanda Tsunami datang
1.    Terjadinya getaran yang berasal dari dalam laut dalam kekuatan yang cukup besar
Salah satu tanda yang juga merupakan penyebab terjadinya bencana tsunami adalah adanya getaran dalam kekuatan yang cukup besar, dimana pusatnya ada di dalam bumi (baca: inti bumi). Getaran yang kekuatannya besar ini bisa berbentuk gemba bumi bawah laut, gunung meletus di bawah laut, ataupun longsor yang terjadi di bawah laut. Sebab adanya getaran yang luar biasa inilah yang menjadikan gelombang tsunami terjadi karena adany goncangan yang kuat dan mempengaruhi dasar laut sehingga menumpahkannya ke daratan sebagai gelombang besar tsunami.
2.    Air laut surut mendadak
Setelah terjadi getaran yang besar, selanjutnya kita akan melihat air laut yang tiba- tiba surut. Ini merupakan pertanda yag sangat jelas ketika akan terjadi tsunami. Air permukaan laut terlihat surut karena air laut akan tersedot oleh keadaan di dalam laut itu sendiri akibat getaran yang kuat tadi.
3.    Binatang- binatang berbondong- bondong menjauhi daerah pantai
Tanda yang selanjutnya akan terjadinya bencana tsunami adalah apabila kita melihat banyak binatag berbondong- bondong menjauhi daerah pantai (baca: manfaat pantai), baik itu burung maupun binatang darat lainnya. Hal ini karena sensor binatang lebih kuat daripada manusia maka dari itulah binatang lebih dahulu mengetahui akan terjadinya tsunami, dan mereka mencoba menyelamatkan diri agar tidak terkena gelombang tsunami yang bisa mengancam keselamatan mereka.
Itulah beberapa tanda yang dapat kita rasakan atau kita lihat ketika tsunami akan datang. Apabila kita melihat tanda- tanda tersebut sebaiknya kita langsung melakukan upaya penyelamatan tanpa pikir panjang.
Tindakan penyelamatan yang dapat dilakukan ketika Tsunami
1.    Menjauh dari daerah pantai
Pertama hal paling logis sebagai upaya penyelamatan menjelang terjadinya tsunami adalah segera menjauhi daerah pantai. apabila kita teah sadar akan terjadinya tanda- tanda akan tsunami, maka kita harus segera menjauhi daerah pantai. mengapa? Karena daerah pantai adalah daerah yang paling dekat dengan laut (baca: macam-macam laut) dan menjadi daerah yang pertama kali terkena hempasan gelombang tsunami. Tidak jarang daerah pantai atau sekitarnya menjadi yang porak poranda karena gelombang tsunami tersebut.
2.    Segera menuju ke tempat yang lebih tinggi
Setelah pergi menjauhi pantai, selanjutnya marilah kita mencari tempat yang lebih tinggi (baca: dataran tinggi) seperti perbukitan atau pegunungan apabila ada. Tempat yang tinggi akan melindungi kita dari gelombang tsunamidan juga dari banjir (baca: banjir rob) setelah gelombang tsunami menghantam daratan. di tempat yang lebih tinggi pula kita akan lebih mudah untuk memberikan kode penyelamatan. Tidak dipungkiri bahwasannya tim penyelamat setelah bencana tsunami biasanya dari udara, karena selain lebih mudah memantau daerah yang terlanda, tim udara mempunyai lebih sedikit hambatan daripada tim darat.
Nah itulah dua langkah penyelamatan yang wajib kita lakukan dengen segera setelah menyadari terjadinya tanda- tanda akan terjadi bencana tsunami. Apabila kita menyadari tanda- tanda akan terjadinya tsunami sedari dini, kita akan sempat menyelamatkan barang- barang berharga yang ingin kita bawa. Tentu saja barang berharga yang kecil dan bisa kita bawa untuk menyelamatkan diri. Lebih efektif lagi apabila kita mencari tempat yang lebih aman dengan menggunakan kendaraan, hal ini karena laju kendaraan lebih cepat daripada jika kita berlari. Hal ini membuat kita lebih mudah menjangkau tempat yang jauh dari pantai.


No comments:

Post a Comment

Bagaimana pendapatmu tentang tulisan ini?

Populer

Begini caranya menyelamatkan diri ketika Tsunami

Pengertian Tsunami dan proses terjadinya Tsunami sendiri terdiri atas dua suku kata yakni “tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang...