Tuesday, June 5, 2018

Mengelola Anggaran Perusahaan


Halo semuanya selamat datang di blog Yokshire Piramid, kali ini akan membahas Anggaran. apasih anggaran itu? yuk simak penjelasannya dibawah ini.
Anggaran adalah rencana keuangan untuk masa depan, rencana tersebut mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
Kelebihan yang didapat dari anggaran :
  1. Memaksa manajer untuk melakukan perencanaan
  2. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan
  3. Menyediakan standar untuk operasi kinerja
  4. Memperbaiki komunikasi dan koordinasi

Ada tiga tahapan utama dalam proses penyusunan anggaran (Ikhsan dan Ishak, 2005:161-162), yaitu:
  1. Penetapan tujuan
Aktivitas perencanaan dimulai dengan menerjemahkan tujuan organisasi yang luas ke dalam tujuan-tujuan aktivitas yang khusus. Konsep utama perilaku yang berpengaruh terhadap tahapan penetapan tujuan adalah proses perencanaan meliputi partisipasi, kesesuaian tujuan, dan komitmen.
  1. Tahap implementasi
Pada tahap ini, rencana formal tersebut digunakan untuk mengkomunikasikan tujuan dan strategi organisasi, serta untuk memotivasi orang secara positif dalam organisasi.
  1. Tahap pengendalian dan evaluasi kinerja
Setelah anggaran diimplementasikan, maka anggaran tersebut berfungsi sebagai elemen kunci dalam pengendalian.
Anggaran Induk (master budget) adalah rencana keuangan komprehensif bagi organisasi secara keseluruhan, yang terdiri dari :
A.    Anggaran Operasional (Operational Budget),  mendeskripsikan aktivitas yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan, hasil akhir anggaran operasional adalah suatu proforma atau perkiraan laporan laba rugi, yang menggambarkan pendapatan bersih yang akan didapat jika rencana-rencana yang dianggarkan terlaksana dengan baik.  Anggaran pendukung untuk anggaran operasional biasanya terdiri dari :
1.      Anggaran Penjualan,  merinci jumlah yang diantisipasi dan harga semua produk yang dijual.
2.      Anggaran Produksi, menyajikan perkiraan produksi dalam unit, untuk memenuhi prediksi penjualan dan tujuan persediaan akhir yang diinginkan, perkiraan produksi dilengkapi dengan persediaan awal.
3.      Anggaran Pembelian BB langsung, menyajikan pembelian-pembelian yang dibutuhkan selama tahun berjalan untuk tiap tipe bahan mentah agar dapat memenuhi produksi dan tujuan persediaan akhir yang diinginkan.
4.      Anggaran TKL, menyajikan jumlah sumber daya (TKL) yang dibutuhkan untuk produksi tahun yang akan datang.
5.      Anggaran BOP, menyajikan jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk produksi tahun yang akan datang dan dapat dibagi ke dalam komponen tetap dan variable untuk memfasilitasi persiapan anggaran.
6.      Anggaran beban penjualan dan administrasi, menyajikan prediksi biaya untuk fungsi ini.
7.      Anggaran persediaan akhir barang jadi, merinci biaya produksi untuk perkiraan persediaan akhir.
8.      Anggaran harga pokok penjualan, merinci biaya produksi untuk perkiraan unit yang dijual.

B. Anggaran Keuangan (Financial budget), merinci aliran masuk dan keluar kas serta posisi keuangan secara umum.
      1.   Anggaran Kas, terdiri dari saldo awal dalam akun kas, plus penerimaan yang diantisipasi, 
             minus pinjaman yang diperluakan.
      2.   Anggaran Neraca, menyajikan saldo akhir aktiva, kewajiban dan modal jika rencana yang
            dianggarkan berjalan sesuai dengan rencana
      3.   Anggaran untuk Pengeluaran Modal, berisi rencana untuk pembelian aktiva jangka panjang.
Penggunaan Anggaran Untuk Evaluasi Kinerja
Pertimbangan yang harus diperhatikan agar anggaran dapat digunakan untuk evaluasi kinerja :
  1. Menetapkan jumlah yang dianggarkan dibandingkan dengan hasil actual
  2. Melibatkan dampak anggaran terhadap perilaku manusia
Anggaran Statis versus Anggaran Fleksibel
Anggaran statis (static budget) adalah anggaran untuk tingkat aktivitas tertentu sedangkan anggaran fleksibel (flexible budget) adalah anggaran yang memungkinkan suatu perusahaan untuk menghitung perkiraan biaya dalam suatu tingkat aktivitas, sehingga :
a.       Anggaran ini dapat membantu manajer mempersiapkan anggaran induk untuk perkiraan tingkat aktivitas.  Tipe anggaran fleksibel ini membantu manajer mengatasi ketidakpastian dengan memungkinkan mereka untuk melihat perkiraan hasil pada suatu tingkat aktivitas.  Hal ini dapat digunakan untuk menghasilkan nilai keuangan pada sejumlah scenario yang masuk akal.
b.      Anggaran fleksibel adalah anggaran untuk tingkat aktivitas actual. Tipe anggaran ini digunakan sebagai fakta menghitung berapa biaya seharusnya untuk tingkat aktivitas actual.  Perkiraan biaya-biaya tersebut kemudian dibandingkan dengan biaya actual untuk menilai kinerja.

Dimensi Perilaku dari Anggaran  

Anggaran mempunyai dampak yang besar terhadap perilaku manusia. Anggaran memberikan informasi kepada manusia mengenai apa yang diharapkan dan kapan harus dilaksanakan. Anggaran memberikan batas mengenai apa yang boleh dibeli dan seberapa banyak boleh dibeli, anggaranpun dapat membatasi ruang gerak manusia.
Penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan pendekatan top-down dan atau bottom-up. Anggaran yang ditetapkan sepihak oleh atasan (top-down approach) akan membawa konsekuensi yang berbeda kalau anggaran disusun atas dasar partisipasi. Menurut Anthony dan Govindarajan, 1992 ( dalam Fahrianta dan Ghozali, 2002) pendekatan top-down bisa menimbulkan perilaku disfungsional, sedangkan pendekatan bottom-up atau partisipasi memungkinkan terjadinya negosiasi di antara para manajer untuk mencapai tujuan organisasi. Partisipasi manajer menengah dan bawah dalam penyusunan anggaran akan mengurangi ketimpangan informasi dalam organisasi, serta dapat menimbulkan komitmen yang lebih besar kepada para manajer untuk melaksanakan dan memenuhi anggaran, sehinggan akan meningkatkan kinerja manajerial.
Akuntan manajemen (akuntan internal) sangat berkepentingan terhadap proses penyusunan anggaran. Akuntan manajemen merupakan pihak yang menyediakan informasi untuk penyusunan anggaran. Akuntan manajemen juga nantinya akan menggunakan informasi dari anggaran yang dibuat untuk kepentingan evaluasi kinerja atas dasar anggaran tersebut. Bila si akuntan manajemen juga ditunjuk membawahi departemen anggaran, mereka yang akan mengumpulkan anggaran dari unit-unit dan menggabungkan setiap unit setelah terlebih dahulu melalukan proses pengecekan pertama. Oleh karenanya, akuntan manajemen harus memahami aspek keperilakuan dalam proses penyusunan anggaran agar tercipta anggaran yang tidak merugikan perusahaan. Konsekuensi yang bersifat disfungsional dapat terjadi dalam proses penyusunan anggaran ini, seperti distrubt, resistance, internal conflik, dan perilaku lainnya (Ikhsan dan Ishak, 2005:163-167). Perilaku disfungsional adalah perilaku individu yang pada dasarnya bertentangan dengan tujuan organisasi.
Aspek keperilakuan dari penganggaran mengacu pada perilaku manusia yang muncul dalam proses penyusunan anggaran pada perilaku manusia yang didorong ketika manusia mencoba untk hidup dengan anggaran. Hal tersebut mengacu pada kegelisahan ( job insecurity ) karena mengetahui bahwa batas pengeluaran tidak akan dinaikan tahun ini atau dengan kata lain anggaran mengandung unsur ketetatan, ketakan untuk mengatakan kepada staf anda  bahwa tidak akan ada kenaikan bonus tahun ini, dan rasa curiga yang bisa berkembang ketika kepala depertemen lain menerima kenaikan anggaran terbesar secara spektakuler pada tahun- thaun belakangan ini. Hal lain yang terjadi adalah tiba- tiba ada pengeluaran yang krusial dan urgen, tetapi tidak ada dalam mata anggaran, maka itu akan membuat kesulitan bagi pelaksanaan anggaran. Alasan Manajer melakukan Kesenjangan Anggaran atau Budgetary Slack sebagai berikut :

1. Pencapaian Target. Tuntutan kerja yang mengharuskan karyawan mencapai target membuat karyawan ingin terlihat kinerja mereka terlihat baik sehingga kinerja mereka terlihata baik.

2. Kesenjangan anggaran biasanya digunakan untuk mengantisipasi ketidakpastian prediksi masa depan.

Sistem anggaran yang ideal adalah yang mencapai kesesuaian tujuan secara utuh dan secara simultan menciptakan suatu penggerak bagi manajer untuk mencapai tujuan organisasi secara etis.
Fitur penting yang harus ada untuk mendorong perilaku positif :
  1. Umpan balik berkala atas kinerja
  2. Insentif uang dan bukan uang
  3. Anggaran Partisipatif
  4. Standar yang realistis
  5. Kemampuan mengendalikan biaya
  6. Beberapa pengukuran kinerja

Anggaran Berdasarkan Aktivitas (Activity Based Budgeting)
Sistem anggaran pada tingkat aktivitas dapat menjadi pendekatan yang berguna untuk mendukung manajemen perbaikan dan proses yang berkelanjutan, karena dapat digunakan untuk menekan penurunan biaya melalui peniadaan aktivitas yang tidak berguna dan untuk memperbaiki efisiensi aktivitas yang diperlukan.
Langkah membangun anggaran berdasarkan aktivitas :
  1. Identifikasi aktivitas dalam organisasi
  2. Perkirakan permintaan tiap output aktivitas
  3. Menilai biaya sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi tingkat aktivitas ini.
Perbedaan prinsip dalam pendekatan anggaran berdasar aktivitas adalah daftar terinci atas aktivitas dan perkiraan biayanya dalam kategori overhead, penjualan dan administrasi.   Anggaran berdasar aktivitas memiliki potensi untuk lebih akurat daripada anggaran tradisional (anggaran berdasar fungsi) karena berfokus pada ukuran output untuk tiap aktivitas dan kemudian memungkinkan seorang manajer untuk memahami perilaku biaya dengan tingkat yang jauh lebih rinci.  Anggaran fleksibel aktivitas juga lebih akurat karena menggunakan rumusan biaya yang tergantung pada ukuran output tiap aktivitas.
 Sekian informasi yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat. salam satu buku, cuit cuit cuit cuit. Yorkshire Piramid.

No comments:

Post a Comment

Bagaimana pendapatmu tentang tulisan ini?

Populer

Begini caranya menyelamatkan diri ketika Tsunami

Pengertian Tsunami dan proses terjadinya Tsunami sendiri terdiri atas dua suku kata yakni “tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang...