Halo semuanya selamat datang di blog Yokshire Piramid, kali ini akan membahas Anggaran. apasih anggaran itu? yuk simak penjelasannya dibawah ini.
Anggaran adalah rencana keuangan untuk masa depan, rencana tersebut
mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
Kelebihan yang
didapat dari anggaran :
- Memaksa manajer untuk melakukan
perencanaan
- Menyediakan informasi yang dapat
digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan
- Menyediakan standar untuk operasi
kinerja
- Memperbaiki komunikasi dan
koordinasi
Ada tiga tahapan
utama dalam proses penyusunan anggaran (Ikhsan dan Ishak, 2005:161-162), yaitu:
- Penetapan tujuan
Aktivitas perencanaan dimulai dengan menerjemahkan tujuan organisasi
yang luas ke dalam tujuan-tujuan aktivitas yang khusus. Konsep utama perilaku
yang berpengaruh terhadap tahapan penetapan tujuan adalah proses perencanaan
meliputi partisipasi, kesesuaian tujuan, dan komitmen.
- Tahap implementasi
Pada tahap ini, rencana formal tersebut digunakan untuk
mengkomunikasikan tujuan dan strategi organisasi, serta untuk memotivasi orang
secara positif dalam organisasi.
- Tahap pengendalian dan evaluasi kinerja
Setelah anggaran diimplementasikan, maka anggaran tersebut berfungsi
sebagai elemen kunci dalam pengendalian.
Anggaran Induk (master budget) adalah
rencana keuangan komprehensif bagi organisasi secara keseluruhan, yang terdiri
dari :
A.
Anggaran Operasional (Operational Budget), mendeskripsikan aktivitas yang menghasilkan
pendapatan bagi perusahaan, hasil akhir anggaran operasional adalah suatu
proforma atau perkiraan laporan laba rugi, yang menggambarkan pendapatan bersih
yang akan didapat jika rencana-rencana yang dianggarkan terlaksana dengan
baik. Anggaran pendukung untuk anggaran
operasional biasanya terdiri dari :
1.
Anggaran Penjualan, merinci jumlah yang diantisipasi dan harga
semua produk yang dijual.
2.
Anggaran Produksi, menyajikan
perkiraan produksi dalam unit, untuk memenuhi prediksi penjualan dan tujuan
persediaan akhir yang diinginkan, perkiraan produksi dilengkapi dengan
persediaan awal.
3.
Anggaran Pembelian BB langsung,
menyajikan pembelian-pembelian yang dibutuhkan selama tahun berjalan untuk tiap
tipe bahan mentah agar dapat memenuhi produksi dan tujuan persediaan akhir yang
diinginkan.
4.
Anggaran TKL, menyajikan jumlah
sumber daya (TKL) yang dibutuhkan untuk produksi tahun yang akan datang.
5.
Anggaran BOP, menyajikan jumlah
sumber daya yang dibutuhkan untuk produksi tahun yang akan datang dan dapat
dibagi ke dalam komponen tetap dan variable untuk memfasilitasi persiapan
anggaran.
6.
Anggaran beban penjualan dan
administrasi, menyajikan prediksi biaya untuk fungsi ini.
7.
Anggaran persediaan akhir
barang jadi, merinci biaya produksi untuk perkiraan persediaan akhir.
8.
Anggaran harga pokok penjualan,
merinci biaya produksi untuk perkiraan unit yang dijual.
B. Anggaran Keuangan (Financial budget), merinci aliran masuk dan keluar kas serta posisi
keuangan secara umum.
1. Anggaran Kas, terdiri dari saldo awal dalam
akun kas, plus penerimaan yang diantisipasi,
minus pinjaman yang diperluakan.
2. Anggaran Neraca, menyajikan saldo akhir
aktiva, kewajiban dan modal jika rencana yang
dianggarkan berjalan sesuai dengan rencana
3. Anggaran untuk Pengeluaran Modal, berisi
rencana untuk pembelian aktiva jangka panjang.
Penggunaan
Anggaran Untuk Evaluasi Kinerja
Pertimbangan yang harus diperhatikan agar anggaran
dapat digunakan untuk evaluasi kinerja :
- Menetapkan jumlah yang dianggarkan
dibandingkan dengan hasil actual
- Melibatkan dampak anggaran
terhadap perilaku manusia
Anggaran
Statis versus Anggaran Fleksibel
Anggaran statis (static budget)
adalah anggaran untuk tingkat aktivitas tertentu sedangkan anggaran fleksibel (flexible budget) adalah anggaran yang
memungkinkan suatu perusahaan untuk menghitung perkiraan biaya dalam suatu
tingkat aktivitas, sehingga :
a.
Anggaran ini dapat membantu
manajer mempersiapkan anggaran induk untuk perkiraan tingkat aktivitas. Tipe anggaran fleksibel ini membantu manajer
mengatasi ketidakpastian dengan memungkinkan mereka untuk melihat perkiraan
hasil pada suatu tingkat aktivitas. Hal
ini dapat digunakan untuk menghasilkan nilai keuangan pada sejumlah scenario
yang masuk akal.
b.
Anggaran fleksibel adalah
anggaran untuk tingkat aktivitas actual. Tipe anggaran ini digunakan sebagai
fakta menghitung berapa biaya seharusnya untuk tingkat aktivitas actual. Perkiraan biaya-biaya tersebut kemudian dibandingkan
dengan biaya actual untuk menilai kinerja.
Dimensi
Perilaku dari Anggaran
Anggaran mempunyai dampak yang besar terhadap perilaku manusia.
Anggaran memberikan informasi kepada manusia mengenai apa yang diharapkan dan
kapan harus dilaksanakan. Anggaran memberikan batas mengenai apa yang boleh
dibeli dan seberapa banyak boleh dibeli, anggaranpun dapat membatasi ruang
gerak manusia.
Penyusunan anggaran dapat dilakukan dengan pendekatan top-down dan
atau bottom-up. Anggaran yang ditetapkan sepihak oleh atasan (top-down
approach) akan membawa konsekuensi yang berbeda kalau anggaran disusun atas
dasar partisipasi. Menurut Anthony dan Govindarajan, 1992 ( dalam Fahrianta dan
Ghozali, 2002) pendekatan top-down bisa menimbulkan perilaku disfungsional,
sedangkan pendekatan bottom-up atau partisipasi memungkinkan terjadinya
negosiasi di antara para manajer untuk mencapai tujuan organisasi. Partisipasi
manajer menengah dan bawah dalam penyusunan anggaran akan mengurangi
ketimpangan informasi dalam organisasi, serta dapat menimbulkan komitmen yang lebih
besar kepada para manajer untuk melaksanakan dan memenuhi anggaran, sehinggan
akan meningkatkan kinerja manajerial.
Akuntan manajemen (akuntan internal) sangat berkepentingan terhadap
proses penyusunan anggaran. Akuntan manajemen merupakan pihak yang menyediakan
informasi untuk penyusunan anggaran. Akuntan manajemen juga nantinya akan
menggunakan informasi dari anggaran yang dibuat untuk kepentingan evaluasi
kinerja atas dasar anggaran tersebut. Bila si akuntan manajemen juga ditunjuk
membawahi departemen anggaran, mereka yang akan mengumpulkan anggaran dari
unit-unit dan menggabungkan setiap unit setelah terlebih dahulu melalukan
proses pengecekan pertama. Oleh karenanya, akuntan manajemen harus memahami
aspek keperilakuan dalam proses penyusunan anggaran agar tercipta anggaran yang
tidak merugikan perusahaan. Konsekuensi yang bersifat disfungsional dapat
terjadi dalam proses penyusunan anggaran ini, seperti distrubt, resistance,
internal conflik, dan perilaku lainnya (Ikhsan dan Ishak, 2005:163-167). Perilaku
disfungsional adalah perilaku individu yang pada dasarnya bertentangan dengan
tujuan organisasi.
Aspek keperilakuan dari penganggaran mengacu pada perilaku manusia
yang muncul dalam proses penyusunan anggaran pada perilaku manusia yang
didorong ketika manusia mencoba untk hidup dengan anggaran. Hal tersebut
mengacu pada kegelisahan ( job insecurity ) karena mengetahui bahwa batas
pengeluaran tidak akan dinaikan tahun ini atau dengan kata lain anggaran
mengandung unsur ketetatan, ketakan untuk mengatakan kepada staf anda bahwa tidak akan ada kenaikan bonus tahun
ini, dan rasa curiga yang bisa berkembang ketika kepala depertemen lain
menerima kenaikan anggaran terbesar secara spektakuler pada tahun- thaun belakangan
ini. Hal lain yang terjadi adalah tiba- tiba ada pengeluaran yang krusial dan
urgen, tetapi tidak ada dalam mata anggaran, maka itu akan membuat kesulitan
bagi pelaksanaan anggaran. Alasan Manajer melakukan Kesenjangan Anggaran atau
Budgetary Slack sebagai berikut :
1. Pencapaian
Target. Tuntutan kerja yang mengharuskan karyawan mencapai target membuat
karyawan ingin terlihat kinerja mereka terlihat baik sehingga kinerja mereka
terlihata baik.
2. Kesenjangan
anggaran biasanya digunakan untuk mengantisipasi ketidakpastian prediksi masa
depan.
Sistem anggaran
yang ideal adalah yang mencapai kesesuaian tujuan secara utuh dan secara
simultan menciptakan suatu penggerak bagi manajer untuk mencapai tujuan
organisasi secara etis.
Fitur penting
yang harus ada untuk mendorong perilaku positif :
- Umpan balik berkala atas kinerja
- Insentif uang dan bukan uang
- Anggaran Partisipatif
- Standar yang realistis
- Kemampuan mengendalikan biaya
- Beberapa pengukuran kinerja
Anggaran Berdasarkan Aktivitas (Activity Based Budgeting)
Sistem anggaran pada tingkat aktivitas dapat menjadi pendekatan yang
berguna untuk mendukung manajemen perbaikan dan proses yang berkelanjutan,
karena dapat digunakan untuk menekan penurunan biaya melalui peniadaan
aktivitas yang tidak berguna dan untuk memperbaiki efisiensi aktivitas yang
diperlukan.
Langkah
membangun anggaran berdasarkan aktivitas :
- Identifikasi aktivitas dalam
organisasi
- Perkirakan permintaan tiap output
aktivitas
- Menilai biaya sumber daya yang
diperlukan untuk memproduksi tingkat aktivitas ini.
Perbedaan prinsip dalam pendekatan anggaran berdasar aktivitas
adalah daftar terinci atas aktivitas dan perkiraan biayanya dalam kategori
overhead, penjualan dan administrasi.
Anggaran berdasar aktivitas memiliki potensi untuk lebih akurat daripada
anggaran tradisional (anggaran berdasar fungsi) karena berfokus pada ukuran
output untuk tiap aktivitas dan kemudian memungkinkan seorang manajer untuk
memahami perilaku biaya dengan tingkat yang jauh lebih rinci. Anggaran fleksibel aktivitas juga lebih
akurat karena menggunakan rumusan biaya yang tergantung pada ukuran output tiap
aktivitas.
No comments:
Post a Comment
Bagaimana pendapatmu tentang tulisan ini?