Cendet adalah burung pemakan
serangga yang membutuhkan asupan protein tinggi untuk dietnya. Untuk mencukupi
semua kebutuhan burung, para pemilik kerap memberikan jangkrik hidup secara
langsung. Pemberian jangkrik bisa meningkatkan kekuatan dari cendet sehingga
kerap berkicau dan suaranya jadi kuat.
Selain memberikan kekuatan pada
cendet, pemberian jangkrik juga bisa mempercepat pertumbuhan pada cendet
remaja. Oleh karena itu, jangkrik selalu dicari karena memiliki nutrisi tinggi
dan mudah didapat karena sudah banyak peternak jangkrik yang bermunculan.
Biasanya jangkrik termasuk asupan
pakan alami yang bagus untuk burung Cendet. Namun, jika pemberian jangkrik terlalu banyak,
maka bisa berdampak buruk pada burung Cendet atau Pentet. Diketahui jangkrik
mempunyai kandungan protein yang tinggi. Hal ini membuat burung Cendet rajin
berkicau.
Meski begitu, jangan
memberikan jangkrik terlalu banyak dan terlalu sering karena bisa
berdampak negatif pada kesehatan burung Cendet. Memangnya, apa saja dampak negatif
pemberian jangkrik pada burung Cendet? Banyak sekali, berikut beberapa dampak
negatif pemberian jangkrik berlebih pada burung Cendet:
Berikut
penjelasan singkatnya :
1.
Burung Cendet suka salto atau lompat-lompat.
Pemberian
jangkrik ke burung Cendet seharusnya dapat membuatnya lebih fighter. Namun,
kalau diberi jangkrik terlalu banyak makan akan menjadikan burung Cendet suka
salto atau lompat-lompat. Penyebabnya karena burung Cendet over birahi akibat
pemberian jangkrik berlebih.
2.
Volume suara burung Cendet menjadi semakin pelan.
Jika
biasanya burung Cendet jadi gacor dan tembus setelah diberi jangkrik banyak,
maka segera kurangi porsi jangkriknya. Sebab, lama-kelamaan, pemberian jangkrik
yang begitu melimpah malah membuat volume suara burung Cendet menjadi pelan.
Volume Cendet yang keluar mungkin hanya 75 persen saja, sehingga tampilan di
lapangan menjadi kurang maksimal.
3.
Burung Cendet susah bongkar lagu.
Materi
suara burung Cendet sebenarnya cukup bervariasi. Namun, apabila diberi jangkrik
terlalu berlebihan maka yang terjadi justru Cendet menjadi susah bongkar lagu.
Alhasil, suara Cendet menjadi monoton dan lagunya itu-itu saja. Ini tentunya
berkaitan dengan kondisi perut burung Cendet yang kekenyangan.
4.
Burung Cendet over birahi
Semua
sudah mengetahui bahwa pemberian jangkrik berlebihan akan membuat burung Cendet
over birahi. Hal ini perlu dihindari karena burung Cendet yang sedang over
birahi biasanya menjadi agresif kepada orang lain atau pemiliknya sendiri.
Selain itu, Cendet juga bakal mengejar sesuatu yang ada di dekatnya dan
menurunkan performa selama mengikuti lomba.
5.
Burung Cendet suka cabut ekornya sendiri.
Efek
buruk lain dari pemberian jangkrik berlebih adalah burung Cendet suka cabut
ekornya sendiri. Ya, burung karnivora ini sering berubah menjadi kanibal dan
mematuk tubuhnya sendiri jika tidak diberi jangkrik. Di samping itu, pemberian
jangkrik akan membuat tubuh Cendet menjadi panas. Saat tubuh Cendet panas, dia
akan merusak ekornya sendiri. Kalau sudah seperti ini burung Cendet akan malas
berkicau.
6.
Proses mabung burung Cendet lama dan susah mabung.
Sebenarnya
mabung adalah proses alami yang dilewati oleh semua jenis burung. Mabung
merupakan proses pergantian bulu lama menjadi bulu baru. Nah, karena kebanyakan
diberi jangkrik, maka burung Cendet menjadi susah mabung. Kalau bukan begitu,
biasanya proses mabungnya malah berlangsung lama.
7.
Burung Cendet tidak suka makan voer
Efek
negatif lainnya dari pemberian jangkrik berlebihan ialah burung Cendet jadi
tidak suka makan voer. Jangkrik mengandung protein yang sangat tinggi sehingga
sangat enak rasanya. Nah, karena keseringan diberi pakan yang enak-enak, burung
Cendet jadi tidak tertarik dengan makan lain seperti voer. Padahal, pakan voer
juga penting karena di dalam terdapat kandungan karbohidrat, lemak, dan mineral
lainnya.
8.
Burung
Cendet mbagong.
Ciri
burung Cendet mbagong, jika dia didekati seseorang maka burung Cendet akan
mengembangkan sayapnya sambil mengeluarkan suara miyik ngiek-ngiek seperti
anakan burung Cendet. Selain itu, terkadang burung Cendet juga terlihat
mengembangkan bulu-bulunya mirip bola. Efek buruk mbagong pada Cendet karena
terlalu banyak diberi jangkrik. Oleh karena itu, ada baiknya pemberian jangkrik
dikurangi agar burung Cendet tidak mbagong lagi.
Demikian beberapa dampak
negatif pemberian jangkrik pada burung Cendet. Jangkrik tidak hanya berdampak
buruk pada Cendet, karena pemberian jangkrik yang pas bisa juga membuat Cendet
lebih gacor.


