Monday, July 30, 2018

8 Dampak negatif pemberian jangkrik untuk cendet yang dapat menimbulkan berbagai masalah

Cendet adalah burung pemakan serangga yang membutuhkan asupan protein tinggi untuk dietnya. Untuk mencukupi semua kebutuhan burung, para pemilik kerap memberikan jangkrik hidup secara langsung. Pemberian jangkrik bisa meningkatkan kekuatan dari cendet sehingga kerap berkicau dan suaranya jadi kuat.
Selain memberikan kekuatan pada cendet, pemberian jangkrik juga bisa mempercepat pertumbuhan pada cendet remaja. Oleh karena itu, jangkrik selalu dicari karena memiliki nutrisi tinggi dan mudah didapat karena sudah banyak peternak jangkrik yang bermunculan.
Biasanya jangkrik termasuk asupan pakan alami yang bagus untuk burung Cendet. Namun, jika pemberian jangkrik terlalu banyak, maka bisa berdampak buruk pada burung Cendet atau Pentet. Diketahui jangkrik mempunyai kandungan protein yang tinggi. Hal ini membuat burung Cendet rajin berkicau.
Meski begitu, jangan memberikan jangkrik terlalu banyak dan terlalu sering karena bisa berdampak negatif pada kesehatan burung Cendet. Memangnya, apa saja dampak negatif pemberian jangkrik pada burung Cendet? Banyak sekali, berikut beberapa dampak negatif pemberian jangkrik berlebih pada burung Cendet:
*   Burung Cendet suka salto atau lompat-lompat.
*   Volume suara burung Cendet menjadi semakin pelan.
*   Burung Cendet susah bongkar lagu.
*   Burung Cendet over birahi.
*   Burung Cendet suka cabut ekornya sendiri.
*   Proses mabung burung Cendet lama dan susah mabung.
*   Burung Cendet tidak suka makan voer.
*   Burung Cendet mbagong.
Berikut penjelasan singkatnya :
1.  Burung Cendet suka salto atau lompat-lompat.
Pemberian jangkrik ke burung Cendet seharusnya dapat membuatnya lebih fighter. Namun, kalau diberi jangkrik terlalu banyak makan akan menjadikan burung Cendet suka salto atau lompat-lompat. Penyebabnya karena burung Cendet over birahi akibat pemberian jangkrik berlebih.
2.  Volume suara burung Cendet menjadi semakin pelan.
Jika biasanya burung Cendet jadi gacor dan tembus setelah diberi jangkrik banyak, maka segera kurangi porsi jangkriknya. Sebab, lama-kelamaan, pemberian jangkrik yang begitu melimpah malah membuat volume suara burung Cendet menjadi pelan. Volume Cendet yang keluar mungkin hanya 75 persen saja, sehingga tampilan di lapangan menjadi kurang maksimal.
3.  Burung Cendet susah bongkar lagu.
Materi suara burung Cendet sebenarnya cukup bervariasi. Namun, apabila diberi jangkrik terlalu berlebihan maka yang terjadi justru Cendet menjadi susah bongkar lagu. Alhasil, suara Cendet menjadi monoton dan lagunya itu-itu saja. Ini tentunya berkaitan dengan kondisi perut burung Cendet yang kekenyangan.
4.  Burung Cendet over birahi
Semua sudah mengetahui bahwa pemberian jangkrik berlebihan akan membuat burung Cendet over birahi. Hal ini perlu dihindari karena burung Cendet yang sedang over birahi biasanya menjadi agresif kepada orang lain atau pemiliknya sendiri. Selain itu, Cendet juga bakal mengejar sesuatu yang ada di dekatnya dan menurunkan performa selama mengikuti lomba.
5.  Burung Cendet suka cabut ekornya sendiri.
Efek buruk lain dari pemberian jangkrik berlebih adalah burung Cendet suka cabut ekornya sendiri. Ya, burung karnivora ini sering berubah menjadi kanibal dan mematuk tubuhnya sendiri jika tidak diberi jangkrik. Di samping itu, pemberian jangkrik akan membuat tubuh Cendet menjadi panas. Saat tubuh Cendet panas, dia akan merusak ekornya sendiri. Kalau sudah seperti ini burung Cendet akan malas berkicau.
6.  Proses mabung burung Cendet lama dan susah mabung.
Sebenarnya mabung adalah proses alami yang dilewati oleh semua jenis burung. Mabung merupakan proses pergantian bulu lama menjadi bulu baru. Nah, karena kebanyakan diberi jangkrik, maka burung Cendet menjadi susah mabung. Kalau bukan begitu, biasanya proses mabungnya malah berlangsung lama.
7.  Burung Cendet tidak suka makan voer
Efek negatif lainnya dari pemberian jangkrik berlebihan ialah burung Cendet jadi tidak suka makan voer. Jangkrik mengandung protein yang sangat tinggi sehingga sangat enak rasanya. Nah, karena keseringan diberi pakan yang enak-enak, burung Cendet jadi tidak tertarik dengan makan lain seperti voer. Padahal, pakan voer juga penting karena di dalam terdapat kandungan karbohidrat, lemak, dan mineral lainnya.
8. Burung Cendet mbagong.
Ciri burung Cendet mbagong, jika dia didekati seseorang maka burung Cendet akan mengembangkan sayapnya sambil mengeluarkan suara miyik ngiek-ngiek seperti anakan burung Cendet. Selain itu, terkadang burung Cendet juga terlihat mengembangkan bulu-bulunya mirip bola. Efek buruk mbagong pada Cendet karena terlalu banyak diberi jangkrik. Oleh karena itu, ada baiknya pemberian jangkrik dikurangi agar burung Cendet tidak mbagong lagi.


Demikian beberapa dampak negatif pemberian jangkrik pada burung Cendet. Jangkrik tidak hanya berdampak buruk pada Cendet, karena pemberian jangkrik yang pas bisa juga membuat Cendet lebih gacor.

Sunday, July 22, 2018

Sejarah Hotel Yamato lengkap

Latar belakang terjadinya perang di Hotel Yamato

Insiden Hotel Yamato adalah peristiwa perobekan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru) menjadi bendera Indonesia (Merah-Putih) di Hotel Yamato Surabaya (sekarang Hotel Majapahit Surabaya) pada tanggal 18 September 1945 yang didahului oleh gagalnya perundingan antara Sudirman (residen Surabaya) dan Mr. W.V.Ch Ploegman untuk menurunkan bendera Belanda.


Kronologi Peristiwa
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan dikeluarkannya maklumat pemerintahan Soekarno tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Pengibaran Bendera Indonesia Setelah Bendera Belanda Berhasil disobek Warna Birunya di Hotel Yamato (Sekarang Hotel Majapahit)

Di berbagai tempat strategis dan tempat-tempat lainnya bendera Indonesia dikibarkan. Antara lain di teras atas Gedung Kantor Karesidenan (kantor Syucokan, gedung Gubernuran sekarang, Jalan Pahlawan) yang terletak di muka gedung Kempeitai (sekarang Tugu Pahlawan), di atas Gedung Internatio, disusul barisan pemuda dari segala penjuru Surabaya yang membawa bendera Indonesia datang ke Tambaksari (lapangan Stadion Gelora 10 November) untuk menghadiri rapat raksasa yang diselenggarakan oleh Barisan Pemuda Surabaya.

Saat rapat tersebut lapangan Tambaksari penuh lambaian bendera merah putih disertai pekik 'Merdeka' yang diteriakkan massa. Pihak Kempeitai telah melarang diadakannya rapat tersebut tidak dapat menghentikan dan membubarkan massa rakyat Surabaya tersebut. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya kemudian terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato atau Oranje Hotel (sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Kedatangan Pasukan Tentara Inggris Dan Belanda Dalam AFNEI
Awalnya Jepang dan Indo-Belanda yang sudah keluar dari interniran menyusun suatu organisasi, Komite Kontak Sosial, yang mendapat bantuan penuh dari Jepang. Terbentuknya komite ini disponsori oleh Palang Merah Internasional (Intercross). Namun, berlindung dibalik Intercross mereka melakukan kegiatan politik. Mereka mencoba mengambil alih gudang-gudang dan beberapa tempat telah mereka duduki, seperti Hotel Yamato. Pada 18 September 1945, datanglah di Surabaya (Gunungsari) opsir-opsir Sekutu dan Belanda dari AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) bersama-sama dengan rombongan Intercross dari Jakarta.

Rombongan Sekutu tersebut oleh administrasi Jepang di Surabaya ditempatkan di Hotel Yamato, Jl Tunjungan 65, sedangkan rombongan Intercross di Gedung Setan, Jl Tunjungan 80 Surabaya, tanpa seijin Pemerintah Karesidenan Surabaya. Dan sejak itu Hotel Yamato dijadikan markas RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees: Bantuan Rehabilitasi untuk Tawanan Perang dan Interniran).

Pengibaran Bendera Belanda
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada malam hari tanggal 19 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.

Hotel Oranje atau Hotel Yamato (Sekarang Hotel Majapahit) 1911
Kabar tersebut tersebar cepat di seluruh kota Surabaya, dan Jl. Tunjungan dalam tempo singkat dibanjiri oleh massa yang marah. Massa terus mengalir hingga memadati halaman hotel serta halaman gedung yang berdampingan penuh massa yang diwarnai amarah. Di sisi agak belakang halaman hotel, beberapa tentara Jepang berjaga-jaga untuk mengendalikan situasi tak stabil tersebut.

Gagalnya Perundingan Sudirman Dan Ploegman
Tak lama setelah mengumpulnya massa tersebut, Residen Sudirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Sudirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato.

Perobekan Bendera Belanda
Di luar hotel, para pemuda yang mengetahui berantakannya perundingan tersebut langsung mendobrak masuk ke Hotel Yamato dan terjadilah perkelahian di lobi hotel. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Sudirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Peristiwa ini disambut oleh massa di bawah hotel dengan pekik 'Merdeka' berulang kali.

Peran Peristiwa Dalam Perang Kemerdekaan Indonesia

Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara AFNEI. Serangan-serangan kecil itu ternyata dikemudian hari berubah menjadi serangan umum yang memakan banyak korban baik di militer Indonesia dan Inggris maupun sipil di pihak Indonesia. Akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi dan mengadakan gencatan senjata. Gencatan senjata tersebut gagal dan ditambah dengan matinya Brigadir Jenderal Mallaby, berakibat pada dikeluarkannya ultimatum 10 November oleh pihak Inggris dan terjadinya Pertempuran 10 November yang terbesar dan terberat dalam sejarah Perang Kemerdekaan Indonesia dan ditetapkan menjadi Hari Pahlawan.

Sejarah Kota Surabaya (Berdasarkan fakta dan opini)

Sejarah Kota Surabaya (Berdasarkan fakta dan opini)

Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasasti itu terungkap bahwa Surabaya (Churabhaya) masih berupa desa di tepian sungai Brantas sebagai salah satu tempat penyebrangan penting sepanjang sungai Brantas. Surabaya juga tercantum dalam pujasasra Negara Kertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca tentang perjalanan pesiar Baginda Hayam Wuruk pada tahun 1365 dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).


Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (Prasasti Trowulan) & 1365 (Negara Kertagama), para ahli menduga bahwa Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tersebut. Menurut hipotesis Von Faber, Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat pemukiman baru bagi prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M.  Hipotesis yang lain mengatakan bahwa Surabaya dulu bernama Ujung Galuh.

Versi lain mengatakan bahwa Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan tentara Tar-Tar, Raden Wijaya mendirikan sebuah kraton di Ujung Galuh dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu buaya, Jayengrono makin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura.

Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat Peneleh. Perkelahian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal kehabisan tenaga. Kata "Surabaya" juga sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air, antara tanah dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura/Hiu) dan Boyo (Baya atau Buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa nama Surabaya muncul setelah terjadinya peperangan antara ikan Sura (Hiu) dan Buaya (Buaya).

Supaya tidak menimbulkan kesimpang-siuran dalam masyarakat maka Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya, dijabat oleh Bapak Soeparno, mengeluarkan Surat Keputusan No. 64/WK/75 tentang penetapan hari jadi kota Surabaya. Surat Keputusan tersebut menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai tanggal hari jadi kota Surabaya. Tanggal tersebut ditetapkan atas kesepakatan sekelompok sejarawan yang dibentuk oleh pemerintah kota bahwa nama Surabaya berasal dari kata "sura ing bhaya" yang berarti "keberanian menghadapi bahaya" diambil dari babak dikalahkannya pasukan Mongol oleh pasukan Jawa pimpinan Raden Wijaya pada tanggal 31 Mei 1293.
Tentang simbol kota Surabaya yang berupa ikan sura dan buaya terdapat banyak sekali cerita. Salah satu yang terkenal tentang pertarungan ikan sura dan buaya diceritakan oleh LCR. Breeman, seorang pimpinan Nutspaarbank di Surabaya pada tahun 1918.

Sejarah Kota Surabaya
Cerita Sejarah Kota Surabaya kental dengan nilai kepahlawanan. Sejak awal berdirinya, kota ini memiliki sejarah panjang yang terkait dengan nilai-nilai heroisme. Istilah Surabaya terdiri dari kata sura (berani) dan baya (bahaya), yang kemudian secara harfiah diartikan sebagai berani menghadapi bahaya yang datang. Nilai kepahlawanan tersebut salah satunya mewujud dalam peristiwa pertempuran antara Raden Wijaya dan Pasukan Mongol pimpinan Kubilai Khan di tahun 1293. Begitu bersejarahnya pertempuran tersebut hingga tanggalnya diabadikan menjadi tanggal berdirinya Kota Surabaya hingga saat ini, yaitu 31 Mei.

Heroisme masyarakat Surabaya paling tergambar dalam pertempuran 10 Nopember 1945. Arek-arek Suroboyo, sebutan untuk orang Surabaya, dengan berbekal bambu runcing berani melawan pasukan sekutu yang memiliki persenjataan canggih. Puluhan ribu warga meninggal membela tanah air. Peristiwa heroik ini kemudian diabadikan sebagai peringatan Hari Pahlawan. Sehingga membuat Surabaya dilabeli sebagai Kota Pahlawan.

Sejarah Surabaya juga berkaitan dengan aktivitas perdagangan. Secara geografis Surabaya memang diciptakan sebagai kota dagang dan pelabuhan. Surabaya merupakan pelabuhan gerbang utama Kerajaan Majapahit. Letaknya yang dipesisir utara Pulau Jawa membuatnya berkembang menjadi sebuah pelabuhan penting di zaman Majapahit pada abad ke - 14.


Berlanjut pada masa kolonial, letak geografisnya yang sangat strategis membuat pemerintah Kolonial Belanda pada abad ke - 19, memposisikannya sebagai pelabuhan utama yang berperan sebagai collecting centers dari rangkaian terakhir kegiatan pengumpulan hasil produksi perkebunan di ujung Timur Pulau Jawa, yang ada di daerah pedalaman untuk diekspor ke Eropa.

Tuesday, July 17, 2018

cara menghilangkan komedo dengan buah-buahan

Wellcome to my Blog.
Sebagaian orang yang memiliki komedo diwajah maka akan melakukan cara apapun untuk cepat-cepat menghilangkan komedo, nah hal inilah yang kebanyakan orang salah untuk mengatasi komedo di wajah. Banyak yang menggunakan sabun pembersih muka untuk membersihkan komeda, cara ini belum tentu mampu untuk membasmi komedo hingga akarnya. Akibatnya komedo seringkali muncul kembali dan bahkan memberikan efek samping berupa keringnya kulit wajah. Karena itu tidak sedikit para wanita yang beralih pada perawatan alami untuk menghilangkan komedo.
Komedo ternyata juga mempunyai dua jenis, yaitu komedo hitam yang biasa dikenal dengan blackhead dan komedo putih atau disebut whitehead. Namun apapun jenisnya maka tentu saja harus diatasi dengan cepat agar wajah Anda tetap halus dan mulus. Nah cara menghilangkan komedo sebenarnya sangatlah mudah karena hanya dengan menggunakan bahan-bahan alami dan tardisional saja secara rutin dan konsisten maka ini sudah bisa mengatasi masalah komedo diwajah. Dengan menggunakan bahan-bahan alami hasil yang didapat bisa terbilang memuaskan jika anda melakukanya secara rutin untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami dan Ampuh
1. Menggunakan Jeruk Nipis
Jeruk nipis memiliki kandungan vitamin C yang sangat banyak, hal ini sudah teruji klinis mampu menghilangkan komedo dari dalam sekaligus dari luar kulit. Karena itu beberapa kosmetik banyak yang menggunakan Jeruk Nipis sebagai bahan baku pembuatan kosmetik untuk mendapatkan manfaat yang baik bagi kulit terutama kulit berminyak yang sering bermasalah dengan komedo. Lakukan perawatan kulit Anda yang berkomedo menggunakan jeruk nipis dengan cara memotong buahnya menjadi dua dan peras airnya. Perasan jeruk nipis ini gunakan sebagai masker yang dioleskan pada kulit wajah terutama pada daerah yang berkomedo.
Setiap kali Anda menerapkan atau mengoleskan air perasan jeruk nipis ke kulit wajah Anda, lakukan pijatan lembut pada daerah yang berkomedo. Tujuan pijatan ini adalah untuk memudahkan komedo terangkat dari pori-pori kulit. Diamkan kurang lebih sekitar 15-20 menit atau tunggu hingga kering jeruk nipis yang Anda oleskan pada wajah. Lakukan bilasan dengan air hangat pada wajah Anda. Komedo akan terangkat dan luruh bersama air saat Anda membilas wajah Anda. Kulit wajah Anda akan terasa lebih halus dan tanpa komedo.
2. Menggunakan Masker Buah Tomat
Bahan alami lain yang bermanfaat untuk menghilangkan komedo adalah tomat. Selain mengandung vitamin C yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kesegaran kulit, tomat juga mengandung vitamin E yang mampu mengangkat kulit mati dan menutup pori-pori kulit sehingga produksi minyak dapat ditekan dan pertumbuhan komedo dapat dicegah.
Gunakan tomat sebagai masker wajah dengan menghaluskannya dan dicampurkan dengan minyak zaitun. Oleskan masker tomat pada wajah terutama daerah yang berkomedo, hingga masker mengering. Lakukan bilasan untuk merasakan hasil perawatan cara menghilangkan komedo secara alami, cepat, dan ampuh menggunakan tomat.

3. Pepaya

Buah pepaya mengandung enzim papain yang dapat mengangkat sel kulit mati serta enzim proteolitik yang mampu menghilangkan komedo. Anda dapat menghilangkan komedo dengan menggunakan masker pepaya yang dapat dibuat sendiri di rumah dengan langkah – langkah berikut :
  1. Potong daging buah pepaya
  2. Haluskan daging buah pepaya sampai menyerupai bubur
  3. Oleskan pada wajah sebagai masker terutama pada bagian yang berkomedo
  4. Diamkan selama 10-15 menit
  5. Lakukan perawatan ini secara rutin 2-3 kali seminggu
Sekian informasi yang dapat saya bagikan semoga bermanfaat karena buah-buah tersebut sangat mudah untuk di temukan.


Populer

Begini caranya menyelamatkan diri ketika Tsunami

Pengertian Tsunami dan proses terjadinya Tsunami sendiri terdiri atas dua suku kata yakni “tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang...