Friday, June 8, 2018

Jenis burung finch yang dapat disilangkan dengan kenari


Selamat datang di blog saya, semoga hari anda menyenangkan dan dapat memberikan inspirasi untuk mengembangkan burung kecil ini karena jauh lebih menarik dari burung-burung yang lainnya dan mudah untuk dibudidayakan. Yorkshire Piramid.
Kenari dan jenis burung finch lainnya termasuk burung yang paling mudah dieksplorasi materi genetiknya, di samping keluarga burung paruh bengkok (parrots) seperti lovebird, parkit, cockatiel dan sebagainya. Di Eropa dan Amerika Utara, banyak breeder yang terus berusaha mencetak kenari mule / hibrida, dengan melakukan crossing antara kenari (Serinus canarius) dan spesies lain dari burung finch. Breeder di Indonesia pun tak mau kalah, terbukti sudah lama mereka mencetak blackken, sangken, mozken, hingga narijo (Susah breeding).
Kenari juga bisa disilangkan dengan red siskin, atau venezuelan finch, bahkan kini termasuk sedang ngetren di Indonesia. Persilangan ini bisa menghasilkan anakan berupa kenari warna merah. Masih banyak hal yang bisa dieksplorasi dari burung kenari.
Mengingat tren utama di mancanegara sulit diterapkan di Indonesia, karena sulit mendapatkan goldfinch dan greenfinch di negeri ini, tentu kita tidak bisa memaksakan diri untuk mengikuti tren yang berkembang di sana (kecuali jika ada importir yang mampu mendatangkannya ke Indonesia).
Mereka hanya menyebut kenari mule untuk persilangan antara kenari dan goldfinch, atau antara kenari dan jenis burung finch lainnya. Adapun kenari hibrida digunakan untuk F1 hasil persilangan antara dua spesies burung finch di luar kenari.
Kenari AFS
Jenis burung yang dapat disilangkan dengan burung kenari:
Syarat utama untuk menyilangkan kenari dengan jenis burung finch lainnya adalah kedua spesies memiliki jumlah kromosom atau pasangan kromosom yang sama. Setiap sel burung kenari memiliki 42 kromosom atau 21 pasangan kromosom. Sebagian besar (tetapi tidak semuanya) burung dari kelompok finch juga memiliki kromosom / pasangan kromosom yang sama.
Berikut ini burung dari kelompok finch yang memenuhi persyaratan untuk disilangkan dengan kenari, sebagai bekal atau panduan bagi Anda jika ingin mencetak kenari mule:
- Blackthroat / black-throated canary (Serinus atrogularis)
- Mozambik / Yellow-fronted canary (Serinus mozambicus)
- Edel sanger / grey singing finch (Serinus leucopygius)
- Kenari melayu / kenari gunung (Serinus estherae)
- Red-fronted serin (Serinus pusillus)
- European serin (Serinus serinus)
- Cape canary (Serinus canicollis)
- Abyssinian siskin (Serinus nigriceps)
- Cape siskin (Serinus totta)
- Drakensberg siskin (Serinus symonsi)
- African citril (Serinus citrinelloides)
- Forest canary (Serinus scotops)
- Yellow canary (Serinus flaviventris)
- Brimstone canary (Serinus sulphuratus)
- White-throated canary (Serinus albogularis)
- Brown-rumped seedeater (Serinus tristriatus)
- Streaky-headed seedeater (Serinus gularis)
- Streaky seedeater (Serinus striolatus)
Semua spesies yang disebutkan di atas termasuk dalam genus Serinus, sehingga hubungan kekerabatannya sangat dekat. Tetapi, seperti dijelaskan sebelumnya, tren paling berkembang saat ini justru adalah persilangan kenari dan goldfinch (Carduelis carduelis), atau antara kenari dan greenfinch (Carduelis chloris), yang berasal dari genus berbeda, tetapi masih dalam keluarga keluarga Fringillidae.
Setelah anda telah mengetahui jenis burung-burung yang dapat di silangkan dengan kenari anda dapat segera mencobanya dengan cara yang sama ketika anda menjodohkan burung kenari, yang terpenting adalah kesabaran dan jangan berhenti mencobanya. Terima kasih semoga apa yang saya bagikan bermanfaat. Salam satu hobby cuit cuit cuit cuit. Yorkshire piramid.

Wednesday, June 6, 2018

Apa itu Regresi?


Halo semuanya jumpa lagi di blog yorkshire piramid. kali ini saya akan membagikan konsep regresi, apasih regresi itu? yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Konsep Regresi

Sir Francis Galton (1822–1911), memperkenalkan model peramalan, penaksiran, atau pendugaan, terkait dengan penelitiannya terhadap tinngi badan manusia. Model tersebut dikenal sebagai regresi. penelitian tersebut membandingkan antara tinggi anak laki-laki dan tinggi badan ayahnya. Hasil penelitannya menunjukkan bahwa anak laki-laki dari ayah yang badannya sangat tinggi cenderung lebih pendek daripada ayahnya, sedangkan anak laki-laki dari ayah yang sangat pendek cenderung lebih tinggi dari ayahnya (Ronal E. Walpole). Galton menunjukkan bahwa tinggi badan anak laki-laki dari ayah yang tinggi setelah beberapa generasi cenderung mundur (regressed) mendekati nilai tengah populasi. Analisis regresi digunakan untuk menentukan bentuk hubungan antar variabel. Tujuan utama dalam penggunaan analisis ini adalah untuk meramalkan atau menduga nilai dari satu variabel dalam hubungannya dengan variabel lain yang diketahui melalui persamaan garis regresinya (Iqbal Hasan).
1.1.Fungsi regresi
Dalam ilmu statistika ada dua macam hubungan antara dua variabel yang relatif sering digunakan yakni bentuk hubungan dan keeratan. Bentuk hubungan bisa diketahui melalui analisis regresi, sedangkan keeratan hubungan dapat diketahui dengan analisis korelasi. Analisis regresi dipergunakan untuk menelaah hubungan antara dua variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan baik, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang komplek. Jika X1, X2, ...., Xn, adalah variabel-variabel independen dan Y adalah variabel dependen, maka terdapat hubungan fungsional antara X dan Y, dimana variasi dari X akan diiringi pula oleh variasi dari Y. Jika dibuat secara matematis hubungan itu dapat dijabarkan sebagai berikut:
Y = f(X1, X2, ....., Xn, e),
dimana:  
Y adalah variabel dependen (tak bebas)
X adalah variabel independen (bebas)
e adalah variabel residu (disturbace term)
Berkaitan dengan analisis regresi ini, setidaknya ada empat kegiatan yang lazim dilaksanakan (Moh. Nazir) yakni :
(1)  Mengadakan estimasi terhadap parameter berdasarkan data empiris.
(2) Menguji berapa besar variasi variabel dependen dapat diterangkan oleh variasi independen.
(3)  Menguji apakah estimasi parameter tersebut signifikan atau tidak.
(4)  Melihat apakah tanda magnitud dari estimasi parameter cocok dengan teori.
Hubungan antar variabel dapat berupa hubungan linier ataupun hubungan tidak linier. Misalnya, berat badan orang dewasa sampai pada tahap tertentu bergantung pada tinggi badan, keliling lingkaran bergantung pada diameternya, dan tekanan gas bergantung pada suhu dan volumenya. Atau dalam ilmu pemasaran, nilai penjualan akan bergantung pada biaya promosi. Hubungan-hubungan itu bila dinyatakan dalam bentuk matematis akan memberikan persamaan-persamaan tertentu. Untuk dua variabel, hubungan liniernya dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan linier, yakni: Y = a + bX. Hubungan antara dua variabel pada persamaan linier jika digambarkan secara (scatter diagram), semua nilai Y dan X akan berada pada suatu garis lurus. Dan dalam ilmu ekonomi, garis itu dinamakan garis regresi. (Iqbal Hasan). Dalam menentukan nilai a dan b digunakan prinsip jumlah kuadrat kesalahan terkecil (Ordinary Least Square). Yang mana untuk memprediksi hubungan antar variabel digunakan analisis regresi.
1.2.Jenis Data

Didalam menentukan hubungan linier antara dua variabel atau lebih, maka diperlukan data yang dapat mendukung dalam menentukan arah hubungan dan pengambilan keputusan. Data adalah bahan mentah yang di dapat dan perlu diolah lebih lanjut, sehingga akan menghasilkan informasi atau keterangan yang mudah dimengerti. Data perlu dikelompokkan dahulu sebelum digunakan dalam proses analisis.

  1. Data Menurut Sumber Pengambilan.
1.      Data Primer
Data yang diperoleh secara langsung dilapangan oleh peneliti yang bersangkutan.
2.      Data Sekunder
Data yang diperoleh dari sumber-sumber yang telah ada yang diambil oleh peneliti.

  1. Data Menurut Waktu Pengumpulan
1.      Data Berkala (time series)
Data yang terkumpul dari waktu ke waktu (banyak waktu) untuk memberikan suatu keadaan tertentu, pada satu objek.
2.      Data Kerat Lintang (cross section)
Data yang terkumpul pada satu waktu tertentu untuk memberikan gambaran pekembangan suatu keadaan pada banyak objek.
3.      Data Panel (kombinasi time series dan cross section)
Data yang terkumpul dari waktu ke waktu (banyak waktu) untuk memberikan suatu keadaan tertentu pada banyak objek.

  1. Data Menurut Sifat
1.      Data Kualitatif
Data yang tidak berbentuk bilangan atau angka
2.      Data Kuantitatif
Data yang berbentuk bilangan atau angka.

  1. Data Menurut Tingkat Pengukurannya
1.      Data Metrik
Data yang bisa dilakukan proses matematika. Macam data metrik adalah
a)      Data Interval
Data yang berasal dari kategori yang diurutkan berdasarkan suatu atribut tertentu, dimana jarak dari tiap kategori adalah sama, artinya jarak data yang satu dengan yang lain mempunyai bobot yang sama.
b)      Data Rasio
Data yang pengukurannya mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama, artinya data rasio menghimpun semua ciri-ciri data dari data nominal, interval, dan ordinal.
2.      Data Non Metrik
Data yang tidak bisa dilakukan proses matematika, macam data non metrik adalah
a)      Data Ordinal
Data yang berasal dari ranking, yang mana data diurutkan dari jenjang paling rendah ke jenjang paling tinggi dan dari jarak yang tidak sama.
b)      Data Nominal
Data yang berasal dari pengelompokan kejadian berdasarkan kategori tertentu yang perbedaannya hanyalah menunjukkan perbedaan kualitatif. Artinya fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karakteristik data tersebut.
Berikut ini akan dijelaskan secara rinci jenis data yang digunakan dalam persamaan regresi. Secara umum bentuk persamaan regresi dan jenis data yang digunakan ditunjukkan pada persamaan. 1.1 :

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + b3 X3 + .......... + bn Xn                                 (pers. 1.1)         
Metrik                                                  Metrik & Non Metrik

Untuk variabel tergantung Y harus mempunyai jenis data metrik sedangkan untuk variabel bebas bisa terdiri data metrik atau non metrik (Hair et al, 2006). Jenis data metrik terdiri dari data rasio dan interval sedangkan data non metrik terdiri dari data ordinal dan nominal. Ciri-ciri masing-masing jenis data tersebut ditunjukkan pada tabel 1.1.
Tabel 1.1 : Ciri-ciri jenis data
Ciri
Jenis
Awalan
Jarak
Urutan
Klasifikasi
Rasio
V
V
V
X
Interval
X
V
V
X
Ordinal
X
X
V
V
Nominal
X
X
X
V
Keterangan :
Awalan = Mutlak dimulai 1
Jarak = Bisa dioperasikan secara matematis ( +  -  *  / )
Urutan = 4 > 3 > 2 > 1
Klasifikasi = Pengelompokan
V = Ada                     
X = Tidak ada

Sebagai ilustrasi, sebuah penelitian yang berjudul ”Pengaruh Jenis Kelamin, Pendidikan, Motivasi, Warna Baju dan Umur terhadap Pendapatan SPG di Royal Plaza”, maka akan dikumpulkan data melalui kuesioner, dan hasilnya akan ditabulasi seperti ditunjukkan pada tabel 1.2.
Untuk keperluan pengolahan statistik maka seluruh data hasil kuesioner harus berupa angka, apabila data tidak berupa angka harus dikonversi menjadi angka, contoh : Jenis Kelamin (Laki-laki dikonversi menjadi angka 1 dan  Perempuan dikonversi menjadi angka 2) dan sebagainya.
Tabel 1.2 : Tabulasi data responden SPG di Royal Plaza
Nama SPG
Sex
Pendidikan
Motivasi
Warna Baju
Umur
Pendapatan
Ronni
1
3
5
3
23
2.000.000
Silvi
2
2
4
2
26
1.750.000
Retno
2
4
2
4
30
1.000.000
Bambang
1
1
2
2
15
750.000
Joko
1
2
4
3
32
1.500.000
Rini
2
3
5
4
24
2.500.000
Novi
2
3
3
1
20
2.750.000
Siti
2
4
2
1
35
1.250.000
Rudi
1
2
1
3
19
3.000.000
Santi
2
1
1
4
27
2.250.000
Keterangan :
1. Sex  (1: Laki-laki & 2: Perempuan)
2. Pendidikan (1: SD, 2: SMP, 3: SMA, 4: PT / Perguruan Tinggi )
3. Motivasi (1: Sangat Rendah, 2: Rendah, 3: Cukup, 4: Tinggi, 5: Sangat Tinggi)
4. Warna Baju (1: Merah, 2: Kuning, 3: Hijau, 4: Pink)
5. Umur (tahun)
6. Pendapatan (rupiah)

Untuk mendeteksi jenis data untuk masing-masing variabel maka dibuat identifikasi untuk ciri-ciri data yang melekat pada variabel tersebut.
1.   Variabel Sex
a.    Ciri Awalan: tidak ada, karena kita boleh membuat peraturan sendiri, misalnya 2: Laki-laki, 3: Perempuan walaupun tidak lazim tapi diperbolehkan
b.    Ciri Jarak : tidak ada, karena 1 (laki-laki) + 1 (laki-laki) tidak sama dengan 2 (perempuan) dan tidak bisa dilakukan operasi matematik lainnya.
c.    Ciri Urutan : tidak ada, karena 2 (perempuan) tidak lebih besar dari 1 (laki-laki).
d.    Ciri Klasifikasi : ada, terdiri dari 2 kelompok yaitu 1 (laki-laki) dan 2 (perempuan)
Kesimpulan :
Variabel Sex termasuk jenis data NOMINAL karena tidak ada awalan, tidak ada jarak, tidak ada urutan dan ada klasifikasi.
2.      Variabel Pendidikan
a.         Ciri Awalan: tidak ada, karena kita boleh membuat peraturan sendiri, misalnya 3: SD, 4: SMP, 5: SMA, 6: PT walaupun tidak lazim tapi diperbolehkan
b.        Ciri Jarak : tidak ada, karena 2 (SMP) * 2 (SMP) tidak sama dengan 4 (PT) dan tidak bisa dilakukan operasi matematik lainnya.
c.         Ciri Urutan : ada, karena 4 (PT) > 3 (SMA) > 2 (SMP) > 1 (SD)
d.        Ciri Klasifikasi : ada, terdiri dari 4 kelompok yaitu 1 (SD), 2 (SMP), 3 (SMA) dan 4 (PT)

Kesimpulan :
Variabel Pendidikan termasuk jenis data ORDINAL karena tidak ada awalan, tidak ada jarak, ada urutan dan ada klasifikasi.
3.   Variabel Motivasi
a.         Ciri Awalan: tidak ada, karena kita boleh membuat peraturan sendiri, misalnya 3: Sangat Rendah, 4: Rendah, 5: Cukup, 6: Tinggi dan 7: Sangat Tinggi walaupun tidak lazim tapi diperbolehkan
b.        Ciri Jarak : tidak ada, karena 3 (Sangat Rendah) + 4 (Rendah) tidak sama dengan 7 (Sangat Tinggi) dan tidak bisa dilakukan operasi matematik lainnya.
c.         Ciri Urutan : ada, karena 5 (sangat tinggi) > 4 (tinggi) > 3 (cukup) > 2 (rendah) > 1 (sangat rendah)
d.        Ciri Klasifikasi : ada, karena terdiri dari 5 kelompok yaitu 1 (sangat rendah), 2 (rendah), 3 (cukup), 4 (tinggi) dan 5 (sangat tinggi).
Kesimpulan :
Variabel Motivasi termasuk jenis data ORDINAL karena tidak ada awalan, tidak ada jarak, ada urutan dan ada klasifikasi.
4.      Variabel Warna Baju
a.    Ciri Awalan: tidak ada, karena kita boleh membuat peraturan sendiri, misalnya 2: Merah, 3: Kuning, 4: Hijau dan 5: Pink walaupun tidak lazim tapi diperbolehkan
b.    Ciri Jarak : tidak ada, karena 2 (Kuning) + 2 (Kuning) tidak sama dengan 4 (Pink) dan tidak bisa dilakukan operasi matematik lainnya.
c.    Ciri Urutan : tidak ada, karena 4 (Pink) tidak lebih besar atau lebih baik dari 3 (Hijau) dan seterusnya
d.    Ciri Klasifikasi : ada, terdiri dari 4 kelompok yaitu 1 (Merah), 2 (Kuning), 3 (Hijau) dan 4 (Pink)
Kesimpulan :
Variabel Warna Baju termasuk jenis data ORDINAL karena tidak ada awalan, tidak ada jarak, ada urutan dan ada klasifikasi.
5.   Variabel Umur
a.     Ciri Awalan: ada, karena mutlak dimulai 1, kita tidak bisa mengatakan bahwa seseorang berumur 32 tahun adalah 20 tahun, karena perhitungannya dimulai dari 12.
b.     Ciri Jarak : ada, karena kita bisa mengatakan bahwa umur Bambang (15) + umur Novi (20) sama dengan umur Siti (35) demikian juga berlaku operasi matematik lainnya.
c.     Ciri Urutan : ada, karena 40 > 35 > 32 > 30 ..... dan seterusnya.
d.     Ciri Klasifikasi : tidak ada, karena nilainya adalah unik jadi tidak ada pengelompokan
Kesimpulan :
Variabel Umur termasuk jenis data RASIO karena ada awalan, ada jarak, ada urutan dan tidak ada klasifikasi.


6.      Variabel Pendapatan
a.    Ciri Awalan: ada, karena mutlak dimulai 1, kita tidak bisa mengatakan bahwa seseorang mempunyai gaji 3.000.000 adalah 2.000.000 karena perhitungannya dimulai dari 1.000.000.
b.    Ciri Jarak : ada, karena kita bisa mengatakan bahwa pendapatan Silvi (1.750.00) + pendapatan Bambang (750.000) = pendapatan Rudi (2.500.000).
c.    Ciri Urutan : ada, karena 3.000.000 > 2.750.000 > 2.500.000 .... dan seterusnya.
d.    Ciri Klasifikasi : tidak ada, karena nilainya adalah unik jadi tidak ada pengelompokan
Kesimpulan :
Variabel Pendapatan termasuk jenis data RASIO karena ada awalan, ada jarak, ada urutan dan tidak ada klasifikasi.
Untuk data metrik yang terdiri dari Rasio dan Interval, maka jenis data Rasio yang sering banyak digunakan sedangkan jenis data Interval jarang digunakan. Perbedaan dengan data Rasio adalah Rasio mempunyai awalan dan Interval tidak mempunyai awalan. Contoh yang sering digunakan untuk data Interval adalah suhu, karena untuk Celcius dimulai dari 1, Farenheit dimulai dari 39 dan Kelvin dimulai 212. Didalam perangkat lunak SPSS jenis data Rasio dan Interval ini dinyatakan sebagai jenis data ”SCALE”. Untuk data non-metrik yang terdiri dari Ordinal dan Nominal keduanya digunakan secara luas karena kedua jenis data tersebut memang banyak ditemui dilapangan. Didalam perangkat lunak SPSS data Ordinal dan Nominal ini dinyatakan secara terpisah yaitu ”ORDINAL” dan ”NOMINAL” tidak sebagaimana jenis data Rasio dan Interval yang dijadikan satu sebagai jenis data yaitu ”SCALE”.
Sekian informasi yang dapat saya bagikan untuk kalian semua, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk follow. Terima kasih, salam satu buku cuit cuit cuit. Yorkshire Piramid.

Tuesday, June 5, 2018

Manfaat Sistem Informasi Manajemen


1. Pemanfaatan Manajemen dan Model  Keputusan
Model-model pembantu keputusan ynag dipakai dalam sistem dapat berupa model cerdas (intelligence model) untuk menemukan persoalan, model keputusan (decision model) utnuk mengenali dan menganalisis penyelesaian yang mungkin, dan berbagai model pilihan seperti model optimisasi (optimization model) yang memberikan suatu penyelesaian optimal atau metode pemuas untuk memutuskan atas sebuah penyelesaian yang memuaskan.
2. Kegunaan / Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
  2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
  3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
  4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
  5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.



Manfaat Teknologi Dalam Persaingan
A.   Pengertian tekhnlogi dan informasi
            Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:
  • lebih cepat
  • lebih luas sebarannya, dan
  • lebih lama penyimpanannya.
Agar lebih mudah memahaminya mari kita lihat perkembangan di bidang teknologi informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
B. Strategi perssaingan usaha dalam tekhnologi informasi
            Strategi Persaingan bisnis berbasis Teknologi Informasi ( IT ) harus memiliki keselarasan dengan strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Dalam melakukan penyelarasan IT, perlu melakukan pertimbangan arah strategi bisnis yang jelas, komunikasi, komitmen dan itegrasi dari masing – masing fungsi yang ada dalam perusahaan. Penyelarasan antar strategi bisnis dengan teknologi informasi (IT) merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensi. Perusahaan yang berhasil melakukan integrasi antar teknologi dengan strategi bisnis menunjukkan peningkatan pendapatan yang signifikan. Penyelarasan strategi bisnis dan IT digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, menciptakan hambatan untuk pendatang baru, meningkatkan hubungan dengan konsumen dan suplier, dan menciptakan produk dan solusi bisnis baru. strategi bisnis yang berbasis IT sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memenangkan persaingan pasar. strategi bisnis yang berbasis IT merupakan arahan dan ruang lingkup dari perusahaan dalam jangka panjang yang akan memberikan keuntungan bagi perusahaan melalui penggunaan sumber daya yang ada dalam lingkungan yang mendukung untuk memenuhi kebutuhan pasar dan memenuhi harapan dari para stakeholder. strategi bisnis yang berbasis IT yang dilakukan oleh sebuah perusahaan akan membedakannya dengan perusahaan – perusahaan lain.
Perusahaan dapat memberikan performa yang lebih baik dari para pesaing hanya jika perusahaan dapat menentukan perbedaan yang dimilikinya dan mempertahankannya. Karena perbedaan ini, maka setiap perusahaan tentunya akan memerlukan penggunaan IT secara berbeda sesuai dengan strategi diterapkan. strategi bisnis yang berbasis IT memegang peranan penting dalam mewujudkan strategi bisnis. Sebuah organisasi yang telah mengadopsi teknologi informasi ke dalam proses bisnis yang dilakukannya, tentunya akan ikut memikirkan peranan yang akan dilakukan oleh IT. Beberapa perusahaan ada yang menggunakan IT untuk menjalankan operasi sehari – hari agar dapat berjalan dengan baik dan efisien. Ada juga perusahaan yang menggunakan IT sebagai enabler untuk menciptakan kesempatan – kesempatan baru yang mungkin tidak akan dapat dilakukan tanpa dukungan IT. Serta IT juga digunakan sebagai cara baru untuk mengatur fungsi – fungsi yang ada dalam organisasi. Peranaan IT dalam organisasi ini juga akan mempengaruhi penyelarasan yang terjadi dalam perusahaan. Peranan Tekonologi Informasi (IT) dalam strategi bisnis yaitu[2]:
  1. Berperan sebagai konservatif untuk mendukung dalam organisasi. Perusahaan ini memilih menggunakan teknologi IT yang sudah terbukti dan matang.
  2. Memegang peran yang kritis dan penting dalam organisasi. Perusahaan ini memilih menggunakan dan menginvestasikan pada teknologi IT terkini.
  3. Berperan sebagai inovator dalam bisnis. Perusahaan ini berkompetisi dalam dunia usaha yang sangat tergantung pada teknologi dan menggunakan IT sebagai alat dalam berkompetisi (competitive weapon).
C. Peran tekhnologi & informasi dalam persaingan usaha
            Munculnya Teknologi informasi telah mengubah cara orang berbisnis, karena teknologi informasi tidak saja memudahkan & mengefisienkan cara perusahaan berinteraksi dengan customer maupun seluruh relasi yang terkait dengan bisnis nya. Perusahaan yang mampu menguasai pemanfaatan Teknologi informasi dengan baik ( e-mail, website, Google Adsense, yahoo messenger, Skype, dll. ) akan lebih mampu memenangkan persaingan bisnis di masa depan. Sistem informasi dan teknologi telah menjadi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan organisasi. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis bisnis meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses bisnis, pengambilan keputusan manajerial, dan kerjasama kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kompetitif dalam pasar yang cepat sekali berubah. Hal ini berlaku ketika teknologi informasi digunakan untuk mendukung tim pengembangan produk, proses dukungan untuk pelanggan, transaksi e-commerce atau dalam aktivitas bisnis lainnya. Teknologi informasi berbasis internet menjadi bahan yang dibutuhkan untuk keberhasilan bisnis di lingkungan global yang dinamis saat ini[3].
Teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai perpaduan antara teknologi komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya seperti perangkat keras, perangkat lunak, database, teknologi jaringan, dan peralatan telekomunikasi lainnya. Selanjutnya, teknologi informasi dipakai dalam sistem informasi organisasi untuk menyediakan informasi bagi para pemakai dalam rangka pengambilan keputusan.
Teknologi informasi pun muncul sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan organisasi, semakin kerasnya persaingan bisnis, semakin singkatnya siklus hidup barang dan jasa yang ditawarkan, serta meningkatnyatuntutan selera konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Sebagai contoh keberhasilan teknologi informasi yaitu pada perusahaan Amazon.com, yang tergantung pada situs Web Internet mereka untuk menarik, menjual, dan melayani banyak pelanggan mereka. Perusahaan  tergantung pada teknologi informasi untuk memberdayakan banyak dari proses dasar bisnis mereka, dari sistem akuntansi kantor, sistem persediaan gudang, hingga ke sistem penjualan langsung dan dukungan untuk pelanggan.
Teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, seperti mampu meringankan aktivitas bisnis serta menghasilkan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen. Sehingga perusahaan dapat tetap bertahan dalam era informasi serta mampu menghadapi persaingan pasar global.. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi tersebut, hampir semua aktivitas organisasi saat ini telah dimasuki oleh aplikasi dan otomatisasi teknologi informasi.
Ada berbagai macam sistem informasi dengan menggunakan teknologi informasi yang muncul, antara lain Electronic Data Processing Systems, Data Processing Systems (DPS), Decision Support System (DSS), Management Information System (MIS), Executive Information Systems (EIS), Expert System (ES) dan Accounting Information System (AIS).
DSS dapat digunakan untuk menganalisis kondisi pasar sekarang atau pasar potensial. DSS juga dapat membantu mengubah proses bisnis, dimana umumnya manajer membuat semua keputusan.
EIS merupakan suatu sistem informasi yang berkaitan dengan kebutuhan manajemen puncak mengenai informasi strategik dalam proses pengambilan keputusan strategik. Sedangkan AIS merupakan sebuah sistem yang menyediakan informasi bersifat keuangan dan non keuangan bagi para pengambil keputusan. Masing-masing sistem informasi diatas dapat digunakan perusahaan untuk dapat menghasilkan beberapa keuntungan, seperti penghematan biaya, percepatan waktu operasi, peningkatan produktivitas, percepatan waktu pengiriman barang dan jasa kepada pelanggan, serta peningkatan nilai barang dan jasa yang tinggi pada pelanggan[4].
Dan tujuan utama yang ingin dicapai melalui pemanfaatan teknologi dan sistem informasi diantaranya adalah :
1. peningkatan kualitas produk dan layanan
2. mempercepat dan mengefektifkan proses bisnis perusahaan
3. meningkatkan efesiensi
Dewasa ini persaingan usaha semakin ketat. Hal ini menuntut para pengusaha untuk mampu bertahan dalam persaingan tersebut agar usahanya tetap eksis. Hal yang paling dapat diandalkan dalam persaingan bisnis adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi Informasi sangat besar pengaruhnya untuk memenangkan persaingan usaha. Perusahaan yang paling kreatif, inovatif dan up to date lah yang akan memenangkan persaingan pasar. Bayangkan bila sebuah perusahaan tidak memanfaatkan TI dalam menjalankan usahanya. Dapat dipastikan kinerja perusahaannya akan lambat dan tertinggal oleh perusahaan – perusahaan asing yang menggunakan teknologi yang lebih canggih. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa banyak keuntungan yang diperoleh dengan memanfaatkan TI pada perusahaan, antara lain :
Ø  Mudah dan cepat memperoleh informasi mengenai kebutuhan pasar yang cepat berubah.
Ø  Mempermudah komunikasi antar elemen – elemen perusahaan
Ø  Mempercepat pelayanan kepada konsumen
Ø  Cepat merespon kebutuhan konsumen sehingga cepat pula melakukan inovasi
Ø  Mempercepat pengambilan keputusan dan penentuan strategi perusahaan.
Pemanfaatan TI yang tepat dan sesuai dengan strategi perusahaan akan memudahkan perusahaan mencapai tujuan dan mampu bersaing di tengah persaingan industri yang ketat. Kesesuaian antara strategi bisnis dengan strategi teknologi informasi sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk menciptakan dan menambah efisiensi, mengurangi biaya-biaya, menciptakan barriers to entry, meningkatkan hubungan dengan konsumen dan buyers/suppliers, menciptakan produk baru dan penyelesaian masalah-masalah bisnis.
Sekian informasi yang bisa bagikan, semoga bermanfaat. salam satu buku cuit cuit cuit cuit. Yorkshire Piramid.

Populer

Begini caranya menyelamatkan diri ketika Tsunami

Pengertian Tsunami dan proses terjadinya Tsunami sendiri terdiri atas dua suku kata yakni “tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang...